IDI Semarang Juga Demo

Tidak ada komentar 107 views

Semarang, (DOC) – Dengan mengenakan pita hitam sebagai simbol keprihatinan, para dokter ini juga membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sebagai wujud menolak kriminalisasi dokter. Dalam orasinya, para dokter menyatakan putusan kasasi MA tersebut bertentangan dengan atau kitab undang undang hukum acara pidana.
Aksi mogok massal yang digelar para dokter di Indonesia juga dilakukan dokter-dokter di Semarang. Ratusan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jawa Tengah ini melakukan mogok massal dan berunjuk rasa di depan kantor Polda Jawa Tengah dan Gedung DPRD Jateng.
Aksi mogok massal ini dilakukan para dokter sebagai ungkapan protes atas putusan kasasi Mahkamah Agung dalam kasus tiga dokter di Manado yakni dokter Dewa Ayu Sasiary Prawani, dokter Hendry Simanjuntak dan dokter Hendy Siagian. Ketiga dokter itu diputus bersalah karena menyebabkan seorang ibu meninggal dunia.
“Pasal 244 KUHP berbunyi terhadap putusan perkara pidana yang diberikan pada tingkat terakhir oleh pengadilan lain selain dari Mahkamah Agung, terdakwa atau penuntut umum dapat mengajukan permintaan kasasi kepada Mahkamah Agung kecuali terhadap putusan bebas. Pasal tersebut mengunci setiap vonis bebas telah berkekuatan hukum tetap pada tingkat pertama,” kata Ketua IDI Jateng, dr Djoko Widyarto dalam orasinya, Rabu (27/11/2013).
Sangat dikhawatirkan jika kasus ini terus berlanjut dan membiarkan kriminalisasi profesi dokter, maka para dokter cenderung akan melakukan defensive medicine. Pada akhirnya nanti dapat merugikan masyarakat secara luas. (b8/r4)