IEA Pangkas Proyeksi Minyak Mentah

 Ekonomi

Aktivitas pengeboran di salah satu ladang minyak. Langkah IEA memangkas proyeksi minyak mentah berpengaruh pada harga minyak global.

New York (DOC) – Langkah Badan Energi Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak mentah global, memicu beberapa aksi ambil untung setelah kenaikan yang dipicu oleh kekhawatiran geopolitik di Suriah. Akibatnya, harga minyak melemah pada Sabtu (13/10) pagi.

Analis Sucden Financial Research, Myrto Sokou menyatakan, kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November, turun 21 sen menjadi ditutup pada US$91,86 per barel di bursa Nymex. Menurutnya, minyak mentah Brent North Sea untuk November merosot US$1,09 menjadi US$114,73 per barel pada akhir perdagangan London.

“Laporan IEA yang menentukan suasana untuk sesi perdagangan hari ini dan mendorong investor untuk melakukan beberapa aksi ambil untung,” katanya.

Dia menerangkan, harga minyak mentah lebih rendah pada Jumat, setelah IEA memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global sebesar 500.000 barel per hari (bph) untuk 2011-2016 di tengah sebuah pelambatan ekonomi global.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan untuk minyak global tumbuh setengah juta barel per hari kurang dari perkiraan sebelumnya sampai 2016. Harga minyak mencapai tertinggi tiga pekan pada minggu ini, dengan Brent melonjak pada Kamis menjadi US$116,02 per barel. Sementara minyak mentah New York mencapai US$93,66 per barel pada Rabu.(sm/r3)