Indonesia Disadap, Jokowi Izinkan Renovasi Kedubes AS

Jakarta, (DOC) — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ramadhan Pohan menilai langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam memberikan izin perluasan atau renovasi gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat tidak tepat.
Pasalnya, saat ini sambung Ramadhan, Indonesia sedang dibuat gusar oleh Amerika karena isu penyadapan yang berasal dari kedutaan besarnya.
“Jokowi jangan ‘hooh hooh’ saja terhadap keinginan AS untuk renovasi. Tapi kita harus pastikan bahwa disana tidak dibangun fasilitas atau instalasi yang merugikan kepentingan kita,” ucap Ramadhan, di Jakarta, Sabtu (9/11/2013).
Politisi Partai Demokrat ini, meminta supaya Jokowi bisa lebih arif dalam memberikan rekomendasi dan melihat kepentingan nasional di atas kepentingan daerah.
“Ya susahnya ya itu Jokowi sepertinya tidak bisa dikritisi,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi, memberikan izin pembangunan Gedung Kedubes AS diberikan karena sudah memenuhi persyaratan dan prosedur renovasi. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak menyetujui perluasan bangunan Kedubes AS itu.
Mengenai adanya kemungkinan gedung tersebut dapat membuka celah kegiatan penyadapan dan spionase, Jokowi mengatakan dirinya tidak memiliki urusan dengan hal itu. Sebagai gubernur, mantan Walikota Solo itu hanya bertanggung jawab mengenai perizinan. (akt/r4)