Indonesia-Malaysia Latgab Pengamanan Perbatasan Laut

Tidak ada komentar 168 views

Jakarta, (DOC) – Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Irjen (Inspektur Jenderal) TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, Asops (Asisten Operasi) Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan, Asrenum (Asisten Perencanaan Umum) Panglima TNI Mayjen TNI Muktiyanto, Askomlek (Asisten Komunikasi dan Elektronika) Panglima TNI Mayjen Bambang Agus Margono dan Kapuspen (Kepala Pusat Penerangan) TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya membuka Latihan Operasi Gabungan Pengamanan Perbatasan Laut Indonesia dan Malaysia melalui teleconference, di ruang Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) Mabes TNI Cilangkap, Rabu (7/5/2014).
Melalui teleconference tersebut, Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum selaku Komando Pengendalian Operasi Pangkogasgab Ambalat, melaporkan tentang tugas pokok yang dilaksanakan Komando Tugas Gabungan Ambalat yaitu melaksanakan operasi pengamanan perbatasan wilayah laut dan udara serta operasi lawan udara ofensif dan operasi dukungan udara di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia selama tahun 2014, di sekitar perairan Karang Unarang, Blok Ambalat, Laut Sulawesi.
Lebih lanjut dikatakan, Komando Tugas Gabungan Ambalat dipimpin oleh Pangkogasgab, sedangkan Wapangkogasgab adalah Pangkosek Hanudnas II. Dalam melaksanakan tugasnya Pangkogasgab dibantu oleh 4 (empat) orang asisten, terdiri dari Asintel Pangkogasgab yang dijabat Asintel Pangarmatim, Asops Pangkogasgab dijabat oleh Asops Pangarmatim, Asminlog Pangkogasgab dijabat oleh Aslog Kaskoopsau II dan Askomlek dijabat oleh Askomlek Pangkosek Hanudnas II.
Dalam melaksanakan fungsi Komando di lapangan, Pangkogasgab Ambalat membawahi Komando Tugas Laut yang dijabat oleh Danguspurlatim sebagai Dankogasla dan Komando Tugas Udara yang dijabat oleh Danlanud Hasanuddin sebagai Dankogasud. Komando Tugas Laut membawahi Satgasla yang terdiri dari KRI dan pesawat udara, sementara Dansatgasduk terdiri dari Pangkalan dan Marinir sedangkan Komando Tugas Udara membawahi Satgaspur, Satgas Dukpur, Satgas Hanud, Satgas Paskhas dan Satgas Info.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko dalam teleconferennya menyampaikan : Pertama, apabila Pangkogabwilhan atau Kogabwilhan sudah ada maka operasi gardu perbatasan yang dijalankan oleh Pangdam VII/Wirabuana dan Pangdam VI/Mulawarman maka operasi laut dan udara pada akhirnya akan dibawah kendali Pangkogabwilhan. Untuk itu, ini adalah sebuah embrio yang sangat baik yang akan diproyeksikan pada operasi kedepan.
Kedua, Panglima TNI menekankan dan memerintahkan kepada seluruh jajaran agar mentaati asas komando dan pengendalian serta tidak ada yang melakukan kegiatan tanpa atau diluar komando pengendalian Pangkogasgab. Ketiga, Panglima TNI mengatakan ke seluruh jajaran bahwa deterent factor hanya akan bisa dibangun atas dasar munculnya kewibawaan, baik kewibawaan di darat, laut maupun udara.
“Operasi ini harus sungguh-sungguh memberikan deterent efek yang luar biasa, saya tidak menginginkan operasi berjalan apa adanya dan operasi ini harus sungguh -sungguh serta bisa memberikan deterent efek yang luar biasa”, kata Panglima TNI.
Panglima TNI memerintahkan, agar Pangkogasgab memiliki buku besar yang berisi tentang hasil-hasil evaluasi latihan hari perhari dan diadakan pencatatan dengan baik, karena ini nantinya akan menjadi dokumen yang sangat bagus untuk digunakan pada generasi penerus di dalam menjalankan tugasnya kedepan, sehingga tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sama dengan yang kita lakukan dan kita harus memberikan learning organization pada bawahan kita dengan baik. (puspen/r4)