Indonesia Menginginkan Palestina Merdeka

 Featured, Nasional

Jakarta (DOC) –  Pemerintah Indonesia menginginkan  kekerasan di Gaza, Palestina, dihentikan dan diselesaikan dengan cara damai melalui dialog.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Michael Tene, menegaskan Pemerintah Indonesia memiliki sikap yang sama dengan negara lain agar serangan brutal Israel ke Gaza segera dihentikan agar tidak meluas dan tidak menelan korban jiwa lebih besar lagi.

“Kita ingin semua pihak membahas ini ke jalur perundingan termasuk ke solusi akhir negara Palestina yang merdeka dan berdaulat serta hidup berdampingan antar kedua tetangganya termasuk Israel,” kata Michael Tene, Senin (19/11/2012).

Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, terus menggalang dukungan untuk kemerdekaan Palestina serta kekerasan di Palestina dihentikan.  Sebelum bertolak ke Kamboja, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku cemas dan prihatin atas perkembangan yang terjadi di Jalur Gaza.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 di Pakistan nanti, Presiden akan kembali menyerukan kepada dunia untuk menghentikan aksi kekerasan Israel terhadap bangsa Palestina.

Presiden menegaskan kekerasan yang terjadi di Timur Tengah harus dihentikan dan Indonesia sangat berharap Dewan Keamanan PBB bisa mengambil langkah tegas dan tepat untuk menghentikan kekerasan yang masih berlangsung dan mencegah terus meluasnya aksi kekerasan.

Di Tingkat Tinggi (KTT) Ke-21 ASEAN, yang tengah berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, serangan militer Israel ke Gaza menjadi salah satu bahasan utama di forum negara Asia Tenggara.

“Kita ingin kekerasan dihentikan. Korban sipil dihindari. Kita sudah sampaikan ke negara sahabat. Kita sejalan dengan masyarakat internasional yang menginginkan kekerasan dihentikan di Gaza, agar tidak meluas,” tegasnya.

Tene juga menyerukan agar masyarakat Indonesia menahan diri dalam menyikapi serangan Israel yang telah menelan korban sipil khususnya anak-anak dan wanita. (k-4/kbr)