Indonesia Tetap Datangkan Pesawat Sukhoi

Tidak ada komentar 81 views

Jakarta , (DOC) – Meski musibah telah menimpanya, namun Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tetap menyebutkan maskapai nasional dan produsen pesawat Sukhoi asal Rusia, akan terus melanjutkan kerjasama untuk mendatangkan pesawat ke Indonesia.
Pernyataan ini, menepis berbagai pertanyaan akan kepastian kedatangan pesawat tersebut, pasca kecelakaan Sukhoi di Gunung Salak.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S. Gumay mengatakan, pada saat ini maskapai nasional yang melakukan kerjasama untuk pemesanan pesawat Sukhoi tersebut, yaitu PT Sky Aviation, dan PT Kartika Airlines. Selain itu, negara-negara lain juga melakukan pemesanan pesawat Sukhoi diantaranya Vietnam dan Meksiko.
“Jadi dari sisi airlines sendiri tetap membeli. Semua itu tergantung dari operator dan Rusia,” jelas Herry di Jakarta, Selasa (18/12/2012).

Mengenai kecelakaan Sukhoi di Gunung Salak, menurut Herry, hasil investigasi menyatakan bahwa kecelakaan pesawat tersebut bukan karena kerusakan sistem pesawat selama penerbangan, melainkan karena human factor.
“Pesawat tidak ada masalah. Kita sudah mengecek pesawat ini. Sudah melaksanakan validasi dan sertifikasi. Kita kirim 9 orang engineer kita ke pabriknya untuk tes pesawat ini. Dari sisi perhubungan udara tidak ada masalah,” terangnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebagai otoritas penerbangan sipil Indonesia telah menerbitkan sertifikasi tipe (Type Certificate) nomor A 091 untuk pesawat Sukhoi Superjet 100 (SJ 100) model RRJ-95B.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan mengatakan, dengan diterbitkannya sertifikasi tipe tersebut, maka pesawat Sukhoi SJ 100 bisa didaftarkan sebagai pesawat berbendera Indonesia dengan nomor register PK dan bisa beroperasi di rute-rute domestik Indonesia.
“Diterbitkan beberapa hari lalu. Dalam mengeluarkan sertifikasi tipe, otoritas penerbangan Indonesia sudah melakukan validasi sertifikasi dimana pesawat sukhoi itu diproduksi. Kita Cuma memvalidasi (mengecek),” kata Bambang di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (27/11/2012).(CO/R7)