Indosat Rampungkan Migrasi 3G

Tidak ada komentar 131 views

Jakarta, (DOC) – Operator telekomunikasi Indosat mengklaim telah berhasil menyelesaikan proses migrasi 3G lebih awal yaitu 9 Oktober 2013, dari target yang ditetapkan pemerintah pada 27 Oktober 2013.
“Dengan demikian, Indosat sebagai penyelenggara seluler pada pita frekuensi radio 2,1 GHz, telah berhasil menyelesaikan seluruh proses tahapan migrasi 3G dari blok 8 (pita frekuensi 1955-1960 MHz berpasangan dengan frekuensi 2145-2150 MHz) ke blok 6 (pita frekuensi 1945-1950 MHz berpasangan dengan frekuensi 2135-2140 MHz) di seluruh propinsi cakupan operasional jaringan 3G Indosat secara nasional,” kata Acting Chief Technology Officer Indosat Ginandjar di Jakarta, Senin.
Menurut dia, penyelesaian target Migrasi 3G yang berhasil diselesaikan lebih awal dari target pemerintah ini merupakan komitmen operator itu untuk mendukung program pemerintah dalam menata frekuensi 3G dengan lebih baik, sehingga diharapkan layanan kepada pelanggan juga tetap terjaga kualitasnya.
Ia menambahkan, proses migrasi 3G itu ditandai dengan diselesaikanya migrasi 3G di 3 provinsi terakhir yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, dari total 18 provinsi layanan 3G.
“Proses migrasi 3G dilakukan sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 19 Tahun 2013 tentang Mekanisme dan Tahapan Pemindahan Alokasi Pita Frekuensi Radio pada Penataan Menyeluruh Pita Frekuensi Radio 2,1 GHz,” katanya. Penataan 3G ini tidak terlepas dari kegiatan seleksi 3G yang telah berhasil dilaksanakan pemerintah pada 5 Maret 2013.
Penataan menyeluruh pita frekuensi radio 2,1 GHz dilaksanakan dalam rangka mendapatkan alokasi pita frekuensi radio berdampingan (contiguous) bagi setiap penyelenggara jaringan bergerak seluler IMT-2000 pada pita frekuensi radio 2,1 GHz.
Kami berharap setelah kami menyelesaikan migrasi 3G ini, pemerintah tetap memberikan prioritas pertama terhadap penyelesaian interferensi yang masih terindikasi di lapangan, sehingga kualitas layanan yang menggunakan jaringan 3G dapat tetap terjaga dan memenuhi standar kualitas layanan,” katanya.
Ia mengatakan, interferensi tersebut dapat menurunkan kecepatan akses data yang tentunya akan sangat berpengaruh pada kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan internet. (we/r4)