Industri Harus Terapkan Combined Assurance

Tidak ada komentar 211 views

Jakarta, (DOC) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong seluruh industri untuk segera menerapkan “Combined Assurance” (governance, risk management, compliance/GRC). Hal ini dilakukan OJK sebagai langkah awal untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) bagi seluruh sektor jasa keuangan.
Ketua Dewan Audit OJK Ilya Avianti mengatakan pihaknya akan mengajak seluruh industri untuk menerapkan konsep tersebut.
“Dengan ini saya mengajak seluruh industri untuk menerapkan “Combined Assurance”. Upaya ini untuk memperkuat aspek good (corporate) governance sebagai langkah awal,” kata Ilya dalam GRC Forum yang bertajuk “Combined Assurance: Implementasi Governance, Risk Management, and Compliance” di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (15/04/2014).
Ilya menjelaskan “Combined Assurance” adalah sebuah konsep untuk mengintegrasikan fungsi GRC ke dalam suatu framework (kerangka kerja) yang komprehensif.
“Secara best practice konsep dan terminologi ini pernah disampaikan dalam King III Report Principles oleh Mervin King pada tahun 2009 sebagai respon adanya krisis keuangan dunia di 2008,” ungkapnya.
Dalam diskusi panel yang dihadiri oleh 250 asosiasi dan industri jasa keuangan itu, Anggota Dewan Komisioner OJK ini mengatakan “Combined Assurance” memungkinkan efisiensi pekerjaan dan biaya karena dapat menghindari adanya duplikasi proses assurance yang dilakukan oleh manajemen risiko, audit internal, kepatuhan, pengendalian kualitas, serta komite audit.
“Diharapkan, seluruh upaya bersama dengan stakeholder bidang governance, khususnya profesi GRC, akan memberikan sumbangan signifikan bagi upaya mewujudkan industri keuangan yang sehat, stabil, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya. (we/r4)