Inflasi Jatim Oktober mencapai 0.15 persen.

Tidak ada komentar 147 views

Surabaya (DOC) – Memasuki bulan Oktober, nilai perekonomian Jawa Timur (Jatim) mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Hal ini merupakan akumulasi inflasi yang terjadi di enam daerah dan deflasi di satu daerah. Inflasi terbesar terjadi di Jember dengan nilai 0,28 persen, diikuti Malang sebesar 0,22 persen, Probolinggo 0,19 persen, Surabaya 0,14 persen, Sumenep sebesar 0,02 dan inflasi terendah terjadi di Kediri sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi terjadi di Madiun sebesar 0,01 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Staf Distribution BPS Jatim, Sapuan kepada wartawan, Kamis (01/11). Dirinya mengatakan Inflasi Jawa Timur selama Oktober 2012 terjadi karena sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga.

“Kenaikan indeks tersebut ditunjukan oleh kenaikan pada kelompok sandang sebesar 0,66 persen, perumahan sebesar 0,51 persen, kesehatan sebesar 0,27 persen, pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,26 persen,” ungkap Sapuan.

Dirinya menambahkan, komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah emas perhiasan, biaya sewa rumah, biaya kontrak rumah, biaya Akademik, daging sapi, batu bara, wortel, daging ayam ras, sepeda motor dan semen.

Dari data yang ada untuk laju inflasi secara tahun kalender ( Januari – Oktober 2012 ) Jawa timur mencapai 3,71 persen, sementara untuk laju inflasi year on year ( Oktober 2012 terhadap Oktober 2011 ) jawa timur sebesar 4, 86 persen. (K8/R10)