Inflasi Jatim Terpengaruh Harga Daging Sapi

 Ekonomi

Surabaya, (DOC) – Daging sapi memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi di Jatim pada Nopember 2012. Pada bulan lalu, inflasi di Jatim tercatat sebesar 0,21 persen dengan inflasi tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0,25 persen.

Seperti diketahui, kenaikan harga daging sapi terjadi di semua Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim bahkan nasional. Hal ini disebabkan karena kebijakan pemerintah mengurangi kuota impor sapi potong, sehingga jumlah ketersediaan daging sapi di pasaran langka pada minggu ketiga dan keempat Nopember 2012.

Di pasar Kota Surabaya tidak ada pedagang yang menjual daging sapi sehingga harga daging sapi terakhir menyentuh Rp90 ribu. Kebijakan pemerintah mengurangi impor sapi potong, tidak didukung oleh kelancaran arus perdagangan dari produsen ke konsumen antar pulau atau antar wilayah di Indonesia.

Kepala Bidang Distribusi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Sapuan mengatakan, terjadinya inflasi pada kelompok bahan makanan, memberikan sumbangan sebesar 0,44 persen. “Selain daging sapi, yang juga memberikan kontribusi inflasi adalah bawang merah, bawang putih, gula pasir, wortel, beras, telur ayam ras, buah jeruk dan kelapa,” ujarnya kepada wartawan, Senin (03/12/2012) di Surabaya.

Selain itu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau menyumbang sebesar 0,37 persen, kelompok transpor-komunikasi-jasa/keuangan sebesar 0,16 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,15 persen. Sedangkan kelompok perumahan berkontribusi sebesar 0,15 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks terjadi pada kelompok sandang sebesar 0,21 persen.

Sapuan memaparkan, laju inflasi tahun kalender (Januari-Nopember 2012) Jatim mencapai 3,93 persen. Sedangkan laju inflasi year on year, Nopember 2012 terhadap Nopember 2012 Jatim sebesar 4,56 persen.

“Dari enam ibukota provinsi di Pulau Jawa, empat kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi,” ujarnya. Inflasi tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0,25 persen diikuti Yogyakarta 0,20 persen dan Jakarta sebesar 0,14 persen. (k8/r4)