Infrastruktur Pantura Rusak Sepanjang 1.300 Kilometer

Tidak ada komentar 236 views

Jakarta, (DOC) – Musim penghujan beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan pada jalur lintas pantai utara atau Pantura. Sepanjang 1.300 kilometer (km) jalan rusak, padahal jalur tersebut merupakan jalur utama perekonomian di Jawa. Bencana banjir yang melanda Jalur Pantura mengakibatkan kerusakan jalan dan menghambat pasokan bah an baku industri ke berbagai daerah.
Pengamat Infrastruktur Setyo Maharso mendesak pemerintah untuk lebih memperhatikan Pantura, karena ini merupakan jalur distribusi vital. “Jika dilihat dari data statistik, 80% perekonomian nasional bertumpu di Pantura, jadi jangan lah selalu melakukan tambal sulam perbaikan di Pantura, harus ada konstruksi yang lebih bagus, bukan rekondisi. Pantura juga adalah urat nadi properti kawasan industri dan perumahan. Karena yang dirugikan bukan hanya masyarakat, tapi dunia usaha juga,” ucap mantan Ketua Real Estate Indonesia.
Buruknya infrastruktur menjadi titik lemah iklim investasi dan menurunkan peringkat kemudahan bisnis Indonesia. Belum lama ini Bank Dunia melansir peringkat kemudahan bisnis yang dituangkan dalam laporan Doing Business 2014. Berdasarkan pemeringkatan itu kemudahan untuk memulai bisnis di Indonesia berada di peringkat 120 dari 180 negara yang disurvei.
Sementara itu, menurut World Economic Forum (WEF), infrastruktur menjadi masalah terbesar ketiga di Indonesia setelah persoalan korupsi dan inefisiensi birokrasi. Oleh karena itu, pemerintah harus fokus pada pembenahan infrastruktur. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan penyelesaian perbaikan jalur Pantura rampung pada Juni mendatang.
Jalur jalan pantura yang dikenal dengan Jalan Daendles, terbentang dari Anyer, Banten, hingga Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, panjangnya 1.000 kilometer. Jalur jalan ini merupakan urat nadi perekonomian nasional terpenting dan paling sibuk di seluruh negeri. Siang maupun malam jalur jalan ini nyaris tak pernah tidur. Berbagai moda angkutan darat selalu melintasi jalur ini. Oleh karena itu kerusakan parah yang terjadi di sepanjang jalur jalan pantura ini sangat mengganggu aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
Infrastruktur yang baik merupakan syarat utama untuk percepatan pertumbuhan ekonomi, menggairahkan sektor riil, mendukung pengembangan manufaktur dan program hilirisasi, serta berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka kemiskinan. Infrastruktur yang buruk akan menghambat ekspansi bisnis, memicu ekonomi biaya tinggi, dan menurunkan daya saing perekonomian. (r4)