Inisiatif Para Alumni Bukan Perintah Walikota

Tidak ada komentar 180 views

Surabaya,(DOC) – Tudingan sejumlah pihak terhadap Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang dianggap telah melakukan tindakan pidana dengan menyuruh Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser untuk menangkap Burung Cendrawasih dihutan liar Papua sebagai koleksi satwa Kebun Binatang Surabaya(KBS), nampaknya kental dengan unsur politis.

Hingga kini, burung langka yang dilindungi tersebut, belum pernah nyampai di kota Surabaya dan baru berupa wacana saja.

Menurut Kabag Humas yang baru menjabat beberapa hari ini, burung cendrawasih betina yang kabarnya telah di tangkap olehnya itu, telah kembali ke habitat asalnya. Karena dirinya sadar bahwa menangkap hingga mengirim satwa langka tersebut perlu persyaratan khusus berupa izin ke Presiden dan kelengkapan dokumen.

Orang yang telah menyelesaikan pendidikan S3 di Surabaya ini, juga membantah bahwa Walikota Surabaya telah memerintah dirinya untuk menangkap burung Cendrawasih di hutan liar Papua.

“Kami memang sangat prihatin dengan pemberitaan itu, karena secara pribadi saya tidak pernah merasa di konfirmasi, tapi ya sudahlah, yang penting kami dipihak pemkot Surabaya juga tidak ingin jika ada masalah di belakang hari apalagi terkait hukum,” ucap Fikser, Selasa(24/9/2013).

Ia juga menjelaskan niat untuk mendatangkan burung cendrawasih ke KBS ini, adalah inisiatif rekan-rekannya asal Papua yang telah sukses di Surabaya. Mereka yang jumlahnya ratusan, tergabung dalam ikatan alumni Surabaya ingin memberikan sumbangsih ke Kota Pahlawan ini.

“Semua ini hanya niat baik kawan-kawan alumni perguruan tinggi Surabaya yang ingin memberikan sumbang sih ke pada kota Surabaya berupa burung cendrawasih untuk kelengkapan satwa di KBS, jadi bukan untuk kepetingan pribadi ataupun kelompok, atau kepetingan pribadi walikota. Apalagi KBS tidak punya koleksi burung Cendrawasih,” jelasnya.

Meski sudah dipolitisir, namun inisiatif para alumni perguruan tinggi Surabaya asal Papua, guna menambah koleksi KBS berupa burung Cendrawasih, tidak akan pernah surut. Menurut Fikser, kelengkapan izin penangkapan hingga persyaratan lainnya kini tengah di urus oleh rekan-rekannya di daerah.

“Para alumni perguruan tinggi Surabaya yang kini kembali ke Papua, sekarang sedang melengkapi seluruh persyaratan perijinan. Setelah semua lengkap, maka kita akan menangkap dan mengirim ke KBS sebagai tambahan koleksi satwa,”katanya.(r7)