Investor Taiwan Minati Surabaya

Tidak ada komentar 65 views

Surabaya, (DOC) – Investor asal Taiwan berminat untuk membangun salah satu pabrik teknologi informasi (TI) di Jawa Timur karena provinsi ini mempunyai lokasi potensial sebagai pengembangan bisnis mereka.

“Meski belum diketahui berapa besaran investasinya, penanam modal asing itu adalah investor yang kini sedang mengembangkan pabrik TI Foxcon di Banten,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Budi Setiawan.

Terkait lokasi pabrik TI di Jatim yang resmi diinginkan penanam modal tersebut memang pihaknya belum bisa membahasnya secara detail. Namun, lokasi paling strategis guna membangun pabrik mereka memang berada di Surabaya.

“Biasanya kalangan investor meminta kami mencarikan lokasi yang aksesnya dekat dengan bandar udara internasional,” ujarnya.

Pada umumnya penanam modal memang memerlukan gerak cepat khususnya dalam hal transportasi. Upaya tersebut sekaligus bertujuan menekan biaya transportasi mereka.

“Kami harap pembangunan pabrik TI di Jatim bisa terealisasi secepatnya. Yang jelas, kami telah melaporkan keinginan investor Taiwan itu kepada Gubernur Jatim, Soekarwo,” jelas Budi.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komite Tetap Pengendalian Impor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Judy Purwoko, menilai, rencana pembangunan pabrik TI di Jatim memberi angin positif bagi masyarakat terutama pengguna produk TI.

“Dengan pembangunan pabrik TI asal Taiwan di Jatim, konsumen kian mudah mendapatkan barang yang diinginkan,” katanya.

Di sisi lain, sebut dia, upaya pembangunan pabrik TI tersebut juga mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal khususnya mereka yang mempunyai kompetensi di bidang TI.

“Pada masa mendatang, rencana itu dapat membantu Jatim dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sejumlah tenaga kerja menjadi lebih profesional dan sesuai dengan standar internasional,” katanya.

Bagi investor Taiwan yang ingin membangun pabrik TI-nya di Jatim, dihimbau mereka sudah mempunyai formula investasi yang bagus mengingat syarat menanam modal di daerah tidak mudah. Seperti adanya pertimbangan dari aspek tenaga kerja, pajak, dan upah tenaga kerja,” katanya. (k8/r4)