Istigozah Untuk Anggota Dewan Mangkir Pilwawali

Tidak ada komentar 195 views

Surabaya,(DOC) – Gambar dan nama 18 anggota DPRD Surabaya yang abstain saat sidang Paripurna pemilihan Wakil Walikota(Pilwawali) Surabaya, malam ini dipampang di pagar depan halaman gedung dewan jalan Yos Sudarso Surabaya.

Dengan sengaja, para kader dan simpatisan PDIP Surabaya ini memasang spanduk gambar anggota dewan yang abstain ini, Kamis(7/11/2013) malam, karena ingin mendoakan hati mereka agar terbuka dan bersedia hadir mengikuti sidang paripurna pilwawali yang tengah diskors sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

Kurang lebih 50 kader dan simpatisan PDIP Surabaya sekitar jam 20.00 WIB, Kamis(7/11/2013) malam tadi, menggelar istigozah dihalaman gedung DPRD Surabaya, untuk mendoakan kelancaran proses pemilihan Wakil Walikota Surabaya yang telah gagal 2 kali, karena peserta paripurna tidak quorum.

Adi Sutarwiyono anggota fraksi PDIP DPRD Surabaya menjelaskan, istigozah ini memang untuk mendoakan sidang Paripurna Pemilihan Wawali yang berlarut larut. Sengaja dipilih malam ini, karena bertepatan dengan hitungan Jawa.” Sekarang malam yang baik, malam Jumat Legi, hitungan Jawa ketemu pasaran 18, sama persis dengan anggota dewan yang abstain dalam sidang paripurna Pilwawali,”jelas Adi.
Menyinggung soal masa skorsing sidang Paripurna Pemilihan Wawali yang berimbas pada “mandeg-nya” pembahasan draft RAPBD 2014, menurut Adi, hal itu, sudah ada titik terang dari hasil komunikasi sejumlah fraksi – fraksi yang ada di DPRD Surabaya. Diperkirakan sidang Paripurna Pemilihan Wawali, Jumat(8/11/2013) besok pagi, sudah bisa dilanjutkan dengan jumlah peserta yang memenuhi quorum.
“Malam ini semua anggota Fraksi PDIP bagi tugas untuk menjalin komunikasi dengan anggota dewan yang abstain. Tadi saya kontak Pak Dirjo(Sudirjo, Sekertaris Panlih,red) untuk kesediaannya hadir dalam sidang besok. Lalu rekan saya Didik Hadiyono yang mengontak Adis Kadir pembina fraksi Golkar,” kata Awi panggilan akrab Adi Sutarwiyono.
Adi menambahkan, perkembangan yang cukup bagus dari hasil komunikasi dengan fraksi-fraksi tadi, dibanding hari sebelumnya, sehingga dirinya optimis Paripurna Pilwawali akan digelar besok pagi dengan lancar.
“Perkembangan bagus itu, karena mereka tadi sangat terbuka dibanding kemarin yang buntu sama sekali, Dalam komunikasi tadi Sudirjo bersedia hadir jika skorsing Paripurna di cabut terlebih dahulu, dan agenda Pilwawali di susun kembali di Banmus, tapi fraksi lain tidak begitu. Namun secara keseluruhan semua pihak sama saling menyadari dan pengertian,” ungkapnya.
Adi juga mengakui, jika ketua Panitia Pemilihan Wawali, Eddy Budi Prabowo hingga saat ini belum bisa di kontak. Namun hal itu tidak menjadi masalah karena sudah ada perwakilan fraksi yang bisa di percaya atas jaminan kelancaran sidang Paripurna besok.
“Eddy Budi belum bisa dikontak, tapi kan sudah Pak Adies yang bisa di percaya, tetapi yang jelas, tanpa ada panitia pemilihan pun, jika peserta sidang mencapai quorum, maka pemilihan bisa digelar. Dalam tatib, disebutkan, Panlih hanya menyelenggarakan pemilihan, apabila peserta sidang tidak mencapai kata mufakat untuk memilih salah satu kandidat Wawali. Kan sebelum Voting, para peserta paripurna melakukan Musyawarah terlebih dahulu,” cetus Adi.(r7)