Istri Terduga Teroris Dedi Alias Teguh Telah Dicuci Otak, Ditanya Cuma Jawab ‘Ingin Mati’

foto; rumah kontrakan Dedi Sulistiantono alias Teguh

Surabaya,(DOC) – Garis polisi atau ‘polisi line’ yang dipasang radius 100 meter dari rumah kontrakan terduga teroris yang mati tertembak, Dedi Sulistiantono(41) alias Teguh, sudah dilepas oleh pihak kepolisian karena lokasi dianggap berangsur aman.

Namun meski begitu, pihak kepolisian bersenjata lengkap masih menjaga rumah terduga teroris yang berada di Jalan Sikatan IV, Manukan Wetan, Tandes Surabaya.

Berdasarkan keterangan warga, aksi penyergapan terduga teroris tersebut berlangsung tegang dan menyeramkan, karena Dedi alias Teguh(41) sempat melawan petugas dan berlari dengan membawa bom.

Padahal saat itu, kondisi Dedi, adik kandung Anton terduga teroris yang tewas di Rusunawa Wonocolo, Minggu(13/5/2018) malam lalu, sudah berlumuran darah.

“Sudah ditangkap, tapi lari sambil berdarah-darah,” kata tetangga wanita Dedi, Selasa(15/5/2018) malam.

Sementara itu, salah satu penyidik yang tak mau menyebutkan namanya, menyebutkan, bahwa istri Dedi juga sudah dicuci otak secara maksimal dan hanya tak mau buka mulut saat di interogasi oleh petugas.

“Jawabnya Cuma satu kalimat saja, yaitu siap mati,” jelasnya.(nps/r7)