ITS Juara II Kontes Robot Terbang 2012

Tidak ada komentar 225 views

Surabaya (DOC) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Tim Garuda 5 berhasil menjadi juara II dalam kontes robot terbang Indonesian Aerial Robot Contest (IARC) 2012 di Lapangan Udara Sulaiman, Kopo, Bandung yang digelar pada l 2 -4 November 2012.

Sekretaris Jurusan Teknik Fisika, Hendra Cordova ST MT,  mengatakan ITS berhasil mengalahkan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN ) lain termasuk tuan rumah yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk level kategori perguruan tinggi.

“Tim ITS telah berjuang keras selama dua bulan lebih dalam persiapan kontes robot kali ini,” katanya.

Acara ini merupakan pengembangan acara Indonesian Indoor Aerial Robot Contest, sebuah ajang kontes robot terbang indoor tahunan yang sebelumnya telah sukses diselenggarakan sejak 2008 oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Penerbangan ITB. Tahun ini pertama kalinya kontes digelar secara outdoor dengan misi yang lebih menantang dan aplikatif.

Pelaksanaan kontes ini dimaksudkan untuk memasyarakatkan wahana terbang tanpa awak serta menjadi wadah inovasi dan kreativitas penggelut robot terbang dalam memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Acara ini terdiri dari dua rangkaian acara : Workshop “Aerobotics and Manufacturing Drones” yang diselenggarakan pada 16 September 2012 di Galeri I Gedung CC Timur, Kampus ITB, serta Contest yang diselenggarakan pada 2 – 4 November 2012 di Lapangan Udara Sulaiman, Kopo, Bandung.

Misi yang dipertandingkan pada kontes kali ini terbagi atas 2 misi : Payload Dropping Mission untuk kategori SMA dan Object Identifying Mission untuk kategori Perguruan Tinggi dan Umum. Dalam misi Payload Dropping, peserta harus bisa menjatuhkan 3 muatan berbentuk bungkusan berisi beras seberat 125 gram, ke dropping point yang telah ditentukan. Sedangkan misi Object Identifying mewajibkan peserta untuk melakukan survei udara ke daerah yang telah ditentukan, lalu mengidentifikasi objek yang ada di daerah tersebut.

Jumlah peserta yang mendaftar mencapai 30 tim peserta, dengan 6 tim dari kategori SMA, 17 tim dari kategori Perguruan Tinggi, dan 7 tim dari kategori umum. Tim peserta yang ikut diantaranya SMA Muhammadiyaha 2 Sidoarjo, ITS, Undip, UGM, ITB, dan IT Telkom.

Acara dibuka dengan kata sambutan dari ketua IARC 2012, Diaddra Pramudito, lalu perwakilan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bapak Sulistyo Atmadi, serta dibuka oleh Kepala Prodi Aeronotika dan Astronotika ITB, Bapak Taufiq Mulyanto, dengan seremoni menerbangkan balon yang digantungkan kertas berisi harapan-harapan peserta terhadap dunia penerbangan Indonesia.

Kontes dimulai dengan tahap validasi, yaitu sebuah tahapan yang akan menentukan apakah pesawat layak untuk terbang dan menjalankan misi. Validasi ini ditujukan untuk memilah pesawat yang layak untuk terbang dengan yang tidak layak, dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan peserta. Tahap validasi ini terdiri dari validasi 3S (Struktur, Sistem, Simulasi), Presentasi, serta Uji Terbang.

Pada validasi 3S, ada 3 hal yang diuji: kekuatan struktur, kelayakan sistem, dan simulasi pilot. Setelah peserta lolos validasi 3S, peserta harus dapat mempresentasikan karya buatannya didepan para juri, yang terdiri dari pihak LAPAN, pihak pengurus Lapangan Udara Sulaiman, dan dosen ITB. Apabila kedua tahap sudah selesai, saatnya peserta melakukan uji terbang. Apabila peserta lolos uji terbang, maka peserta siap untuk menjalankan misi.

Sabtu pagi, kontes terbang untuk kategori SMA mulai dilombakan. Dari 4 tim yang lolos validasi, hanya 1 tim yang berhasil menjalankan misi, yaitu tim SAFT dari SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, sedangkan pesawat dari tim lainnya gagal melakukan take off atau kehilangan kendali akibat angin. Selanjutnya kategori Perguruan Tinggi mulai dilombakan. Hampir seluruh pesawat dari kategori ini berhasil terbang, tetapi terkendala pada survei udara yang dilakukan. Kebanyakan sistem kamera yang dipasang tidak dapat menangkap bentuk objek yang ada. (R9)