ITS Kukuhkan Dua Guru Besar

Tidak ada komentar 143 views

Surabaya, (DOC) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menambah jumlah guru besarnya. Kali ini ditandai dengan pengukuhan dua guru besar (gubes) yang ke-109 dan 110 di Grha Sepuluh Nopember ITS, Rabu (7/5). Kedua gubes baru tersebut adalah Prof Dr Suminar Pratapa MSc dari jurusan Fisika dan Prof Dr Didik Prasetyoko SSi MSc dari jurusan Kimia FMIPA.
Keduanya dikukuhkan masing-masing sebagai guru besar dalam bidang ilmu kristalografi, analisis data difraksi dan bidang karakterisasi struktur padatan. Dalam orasi ilmiahnya, Prof Suminar mengangkat tema Analisis Data Difraksi dalam Mendukung Perkembangan Teknologi Material di Indonesia. Tema ini pun ia angkat karena berkaitan dengan bagian ilmu fisika yang sedang berkembang pesat. “Juga merupakan minat riset yang saya pilih, yaitu fisika material,” imbuhnya.
Dalam paparannya, Suminar pun menyampaikan harapan-harapan untuk menyongsong tugas yang akan menjadi tanggung jawabnya yaitu, dalam bidang pendidikan, riset dan pengabdian masyarakat (pengmas). Untuk bidang pendidikan, ia berharap ilmu kristalografi dan pengetahuan analisis data difraksi dapat terus berkembang melalui media pembelajaran yang sekarang telah tersedia. Sedangkan, dari segi riset ia berharap kepada para peneliti dari kalangan mahasiswa, dosen dan dari lembaga riset dapat meningkatkan kemanfaatan dari kapabilitas analisis data difraksi. “Terutama juga untuk menyempurnakan kualitas riset mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk bidang pengmas, ia menekankan kegiata pengmas terkait difraksi sinar-X dapat dilakukan dengan memberi pelatihan, workshop dan teknik analisis dengan data difraksi. Ia pun menambahkan untuk memberikan sosialisasi dan penyebarluasan pengetahuan difraksi kepada para guru dan siswa.”Hanya saja untuk memberikan gambaran kemanfaatan penelitian dan motivasi siswa untuk belajar lanjut di perguruan tinggi,” ujar dosen jurusan Fisika tersebut.
Lain halnya, dengan Prof Didik Prasetyoko, yang mengangkat tema Pentingnya Mengetahui Struktur dan Sifat Bahan Kimia. Sesuai dengan bidang ilmu yang ia dalami yaitu karakterisasi struktur padatan, ia pun menyampaikan secara khusus tentang struktur dan sifat bahan kimia. Dalam hal ini khususnya yang berhubungan dengan zeolit, atau lebih dikenal sebagai karakterisasi zeolit itu sendiri.
Zeolit sendiri merupakan padatan kristal aluminosilikat, dengan kandungan unsur utama adalah silikon, aluminium dan oksigen yang disusun oleh struktur tetrahedral. “Zeolit juga merupakan mineral alam, yang dapat disintesis pertama kali menjadi zeolit khabasit,” ujarnya. Sama halnya dengan Suminar, Didik pun menyampaikan harapannya untuk melangkah ke arah research university, ITS sudah selayaknya menghasilkan publikasi ilmiah berupa jurnal internasional yang terindeks scopus menjadi program unggulan. (r4)