ITS Tegaskan Netralitas dalam Pilpres 2014

Tidak ada komentar 135 views

Surabaya, (DOC) – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, makin marak aktivitas kampanye politik dari pihak-pihak calon presiden dan wakil presiden yang ada. Terkait kampanye politik yang telah bergema di mana-mana ini, ITS sebagai institusi pendidikan menyatakan sikap netralitasnya dalam Pilpres 2014 ini.
Hal ini ditegaskan oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA dalam konferensi pers, Jumat (20/6/2014), di Gedung Rektorat ITS. Dikatakan Tri Yogi, seluruh sivitas akademika ITS baik itu dosen, karyawan dan mahasiswanya tetap diperbolehkan memiliki pilihan politik masing-masing. “Tapi dalam hal ini. ITS sebagai institusi pendidikan tetap akan bersikap netral. Tidak memihak ke sana kemari,” tegas Tri Yogi.
Tri Yogi menjelaskan ITS yang akan dinobatkan menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN BH) mengutamakan netralisasi, sebab institusi pendidikan pada umumnya memang harus bersikap netral. “Institusi pendidikan sudah seharusnya netral. Kalaupun ada kelompok atau individu yang beraktivitas politik, selagi tidak menunjukkan atribut ITS sedikit pun itu tidak masalah, tetap jaga kondusivitas,” jelasnya.
Tri Yogi menegaskan bahwa ITS menjunjung tinggi hak demokrasi individunya, “Kalau pun ada yang memakai nama dan logo ITS dalam atribut partai politik, itu di luar izin kami dan kami akan mengimbau pihak-pihak tersebut untuk melepasnya bila berhubungan untuk kepentingan politik,” tandasnya lagi.
Dalam surat pernyataan yang dibuat oleh rektor ITS tersebut, menegaskan agar dosen, karyawan, mahasiswa maupun alumni ITS untuk menjaga kenetralan sikap ITS sebagai institusi “Diharapkan setiap individu atau kelompok atau pihak tertentu yang melakukan kegiatan perpolitikan dalam Pilpres 2014 ini untuk tidak mengatas-namakan ITS atau menggunakan identitas ITS seperti nama, atribut, logo, lambang dalam segala bentuk kegiatan kampanye atau publikasi di dalam dan di luar kampus ITS serta di media massa,” ungkap Tri Yogi.
Pernyataan sikap tegas untuk netral ini disampaikan karena dilatarbelakangi telah ditemukannya pihak yang menggunakan logo terkait ITS untuk kampanye politik yang berpihak pada salah satu pasangan capres. “Ada yang telah memakai atribut ITS untuk politik,” aku Tri Yogi. Bila nantinya pihak yang telah menyalahgunakan ketentuan tersebut tetap mengabaikan imbauan, maka akan diambil tindakan tegas secara hukum. (r4)