Jaguar dan Rusa Koleksi KBS Mati Lagi

Tidak ada komentar 643 views

Surabaya,(DOC) – Satu per satu koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) mati. Terbaru, seekor Jaguar dan Rusa ditemukan tewas pada Kamis(14/11/2013) pagi.
Kematian dua ekor binatang ini menambah daftar panjang koleksi KBS yang tewas. Parahnya, Jaguar yang diberi nama Dainler merupakan satu-satunya koleksi KBS yang tersisa.

Humas KBS Agus Supangkat mengatakan kematian Dainler karena faktor usia. Sejak Senin (11/11/2013) sudah mendapat perawatan medis. Namun karena usianya sudah 22 tahun, nyawanya tidak diselamatakan lagi. “Usianya sudah sangat tua, biasanya Jaguar hanya mamapu bertahan sampai 20 tahun,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Selain karena faktor usia, dari hasil analisa tim medis, beberapa hari terakhir Dainler mengalami penurunan nafsu makan. Hal itu karena mengidap tumor di penggantung usus. Agus menyatakan, Jaguar tersebut diperoleh dari Kebun Binatang Singapura pada 26 Juni 1997.

Sedangkan Rusa berjenis Timorensis yang berusia enam tahun ditemukan mati karena mengalami peradangan setelah sebelumnya berkelahi dengan sesama rusa jantan saat berada di lapangan. Selain karena berantem, Rusa tersebut mengidap penyakit ditelinganya.

“Tadi pagi yang mati dua, selama empat bulan terkahir ini total ada 30 hewan yang mati dari jumlah koleksi 3500,” tandasnya.

Terpisah, pemerhati satwa KBS, Singky Soewadji menyayangkan manajemen pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pasalnya, KBS saat ini mengalami overload. Kebun Binatang kebanggan wargas Surabaya itu tidak mampu lagi menampung hewan sejumlah 3500.

“Pertama saya menyayangngkan Kebun Binatang dikelola pemerintah, karena tidak ada Kebun Binatang dikelola pemerintah yang benar, tapi saya tidak boleh pesimis, kedua koleksi KBS sudah terlalu banyak,” jelasnya.

Singky masih mengingat betul statemen Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Orang nomor satu di kota pahlawan ini pernah mengatakan kebun binatang meski dipegang orang yang ahli masih banyak yang mati. Atas statemen tersebut Singky mengaku kecewa.

Pasalnya, siapapun pengelolanya KBS tetap banyak satwa yang mati. Hal itu karena jumlahnya yang terlalu banyak. Apalagi tidak didukung dengan kondisi kandang yang representatif. “Jadi tolong Walikota statemennya hati-hati, kan gitu to,” ungkapnya.

Dia menyarankan agar jumlah satwa dikurangi. Menurutnya, kebun binatang cukup memiliki sepasang dari spesies yang ada, tidak perlu jumlah banyak yang penting koleksi KBS tetap masih terlengkap se Asia.
“Hari mau jumlahnya 11, sepasang saja kan cukup, Rusa juga 22 ekor, sepasang malah bagus,”

Disinggung perihal kematian dua binatang kemarin, Singky mengaku wajar. Sebab, usia Rusa dan Jaguar tersebut sudah tergolong tua. Meski begitu, pengelola KBS harus bekerja keras untuk memberikan perawatan terbaik. Apalagi, bulan-bulan ini memasuki musim penghujan.

Menurutnya, satwa unggas pada musim penghujan sangat rentan penyakit. Ia meminta kepada pengelola agar sangat hati-hati supaya tidak ada yang mati. Pemberian vitamin dan antibiotik secara rutin harus dijaga betul.

“Kalau ndak banyak yang mati, ribut lagi. Karena perubahan cuaca kayak unggas itu biasa rawan penyakit,” pungkasnya.(az/r7)