Jajaran Dewan Kompak Bungkam Soal Laptop Pinjaman

Tidak ada komentar 146 views

Surabaya,(DOC) – Kejanggalan proses pengembalian laptop bagi anggota DPRD Surabaya periode 2009-2014, terus memunculkan kabar miring. Yang terbaru, aksi pimpinan dewan maupun Sekretaris DPRD (Sekwan) Surabaya yang menutup rapat identitas pembawa laptop yang hingga kini raib itu, ternyata dipicu faktor politis. Kabar yang beredar, kebijakan itu muncul gara-gara intervensi sejumlah partai serta fraksi. Mereka minta agar identitas si pembawa laptop itu sementara dirahasiakan. Maklum, kabar yang santer, kini sembilan unit laptop yang tak kembali itu dikabarkan benar-benar hilang. Tengara itu menguat pasca sikap seluruh pimpinan DPRD yang enggan bicara soal laptop itu. ”Soal itu tidak perlu dibahas dulu. Yang jelas, saya sudah minta agar Setwan tetap meminta agar seluruh laptop bisa dikembalikan,” kata Ketua DPRD Surabaya, Ir. Armuji, Kamis (9/10/2014). Politisi yang sudah empat periode menjabat itu juga tetap enggan menyebut nama-nama mereka. ”Saya nggak hafal. Yang tahu semua ya Setwan,” katannya. Hal sama juga terlihat dari sikap Setwan. Lagi-lagi, mereka masih menunggu proses yang saat ini tengah berlangsung. ”Jadi, sesuai prosedur, ada tahap yang harus dilalui untuk pengembalian laptop ini,” kata Sekretaris DPRD, Afgani Wardhana. Dia menjelaskan, jika laptop-laptop itu tak dikembalikan hingga deadline, maka Setwan bakal mengirimkan surat peringatan sebanyak tiga kali. ”Jika tiga kali tidak dikembalikan, maka masalah ini kita bawa ke Pemkot untuk tindaklanjutnya. Apakah ke ranah hukum atau tidak? nanti akan kami konsultasikan lagi,” katanya. Sementara itu, nama-nama pemakai laptop yang belum balik mulai mencuat. Salah satunya adalah Blegur Prijanggono. Eks anggota DPRD periode lalu juga tidak membantah kabar tersebut. Penyebabnya, laptop yang dia bawa pada 2011 lalu ternyata hilang entah ke mana. Namun, kata Blegur, saat ini laptop itu sudah kembali. Dia sudah berencana segera mengembalikan laptop itu. ”Jadi, bukan saya tidak mau mengembalikan. Tapi memang benar-benar hilang,” katanya. Politisi yang sempat maju Pemilu 2009 sebagai Caleg DPRD Jatim itu mengatakan, sebenarnya dia sudah berkomitmen mengembalikan semua fasilitas yang dia dapat saat di DPRD Surabaya lalu. ”Termasuk, mobdin, malah saya yang termasuk kloter pertama yang mengembalikan. Jadi, ini murni di luar dugaan saya,” kata politisi partai Golkar ini. Selain Blegur, Kabarnya Rio Pattiselano politisi asal Partai Gerindra yang kini terpilih kembali juga belum mengembalikan laptop dewan. Alasan mantan Anggota Fraksi Damai Sejahtera(FDS) ini, Laptop pinjaman tersebut hilang.(r7)