Jamin Unas Lancar Dan Serentak Tanpa Kebocoran Soal

Tidak ada komentar 143 views

Surabaya,(DOC) – Dinas Pendidikan kota Surabaya memastikan, Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2013, akan berjalan serentak dan tidak akan ada siswa yang melakukan ujian secara terpisah atau susulan. Pernyataan ini dikeluarkan, menyusul tidak adanya siswa yang berhalangan dan tersangkut masalah hukum.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan (Dindik) Rudi Winarko menyatakan, laporan yang diterima, hanya ada satu siswa yang berhalangan, karena menderita patah tulang. Namun, siswa tersebut masih bisa mengikuti ujian pada 15-18 April 2013 mendatang, harus diantar jemput oleh pihak sekolah.

“Kalau laporan siswa yang ditahan, hingga saat ini belum ada,” terang Rudi Winarko, Selasa (02/04/2013).

Begitu pula dengan siswa yang hamil seperti UN tahun sebelumnya. Menurut Rudi, Dinas pendidikan telah menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk memfasilitasi siswa yang terkena masalah tindak asusila. “Tapi dari data yang saya pegang, mereka (siswa hamil, red) ada yang memilih cuti,” bebernya.

Rudi Winarko menyatakan, secara garis besar persiapan penyelenggaraan ujian nasional yang dilakukan Dinas Pendidikan Surabaya sudah sangat baik. Di antaranya dengan melibatkan tim independen serta Polrestabes Surabaya, guna megantisipasi terjadinya kebocoran soal.

“selain itu, kita juga sudah menjalin koordinasi dengan seluruh sub rayon yang ada di Surabaya,” tandas Rudi.

Sementara itu, mengenai kebocoran soal atau lembar jawaban, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Surabaya, Eko Prastyaningsih menyatakan,untuk mengantisapaso hal itu, lembar soal dan jawaban yang telah diambil dari Dinas Pendidikan Provinsi, akan disimpan di Mapolresatabes Surabaya. Pengawalannya pun akan diperketat oleh pihak kepolisian.

“Ketika di dalam Polres, soal tersebut akan dikunci dengan tiga gembok. Pertama, kunci dari Diknas Surabaya, kemudian Polrestabes dan tim independen,” jelas Eko.

menyinggung varian soal, Ia menambahkan, perbedaan yang mencolok tentang pembuatan soal untuk SMA-SMK dengan Sekolah Dasar (SD) yaitu cara pembuatannya yang diperbanyak hingga 20 macam untuk SMA, dan satu paket soal, untuk SD.

“Begitu juga untuk materi soal, jika SMA murni dari pusat maka untuk SD hanya 75 persen yang dibuat pemerintah pusat. Sementara yang 25 persennya dibuat Dindik Propinsi,” tambahnya.

Sebelumnya, Walikoata Surabaya Tri Rismaharini berpesan kepada kepala sekolah (Kasek) SMA/SMK se- Surabaya, agar menciptakan ketenangan di kalangan siswa. Pesan ini disampaikan walikota dalam sambutannya saat membuka rapat kerja (Raker) tingkat SMA/SMK di Graha Indosat, Senin (01/04/2013).

“Yang terpenting Kita siapkan yang terbaik. Kalau mereka tenang, para siswa pasti bisa menyelesaikan Unas dengan lancar,” tegas Risma.(k1/R7)