Jangan Pasarkan Mobil Murah di Pulau Jawa

Tidak ada komentar 107 views

Jakarta,(DOC) – Wacana pemerintah untuk merekomendasikan Mobil Low Cost Green Car (LCGC) akan menyesaki DKI Jakarta.
Komisi V DPR Saleh Husin mengatakan menyambut baik niat pemerintah memberikan kesempatan pada masyarakat kelas bawah agar dapat memiliki mobil melalui program mobil murah. Namun, sebaiknya mobil tersebut dipasarkan ke luar kota yang kondisi lalu lintasnya tidak sepadat Ibukota.
“Belum tentu semua niat baik itu dapat berguna buat masyarakat di seluruh wilayah misal daerah yang tingkat kemacetannya sudah parah seperti Jabodetabek dan Bandung. Pemasaran mobil murah tersebut sebaiknya untuk daerah-daerah di luar pulau jawa saja agar tidak memperparah kamacetan yang ada,” ujar Saleh, di Jakarta, Minggu (22/09/2013).
Politisi Hanura juga meminta pemerintah pusat mengedepankan pembangunan transportasi umum masal yang nyaman, memadai, dan terjangkau, bukan sebaliknya. Kendati itu dia mengaku heran terhadap pemerintah yang menganjurkan masyarakat menggunakan kendaraan umum, tapi di sisi lain justru pemerintah membanjiri dengan kendaraan pribadi.
“Kendaraan pribadi sudah pasti akan menambah macet dan tentu penggunaan BBM akan meningkat pula. Bila transportasi umumnya tersedia dengan baik, nyaman, aman, dan terjangkau maka masyarakat akan beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Tentu dengan sendirinya dapat mengurai tingkat kemacetan dan mengurangi penggunaan BBM itu sendiri,” jelas Seketaris F. Hanura di DPR.
Lebih jauh Saleh melihat pemerintah masih jalan sendiri-sendiri dengan ego sektornya masing-masing tanpa ada koordinasi lintas kemeterian.
Untuk diketahui, Salah satu mobil LCGC adalah Daihatsu Ayla yang pertama dikenalkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Indonesia pada 9 September 2012. Pada tunggangan ini, Astra Daihatsu mentargetkan penjualan mobil LCGC atau mobil murahnya bakalan paling laku di daerah Jabodetabek. Hal itu mengingat tingkat konsumsi warga Jabodetabek sangat tinggi.
“Semua daerah sama (jumlah yang didistribusikan), Jabodetabek mendominasi 40%,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Daihatsu Djony Bunarto Tjondro.
Djony menjelaskan, Ayla merupakan produk terbaru sehingga pola pemasaran masih mengikuti pola pemasaran produk-produk Daihatsu yang lain.
“Kita perkirakan pembelinya ya tadi (Jabodetabek), jadi mengikuti pola distribusi sekarang. Karena mobil murah mungkin petanya Jakarta sekitarnya itu 40%, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur itu 25%. Jadi Pulau Jawa sendiri 65%, sisanya di luar Jakarta dan Jawa,”papar dia.
Saat ini, Daihatsu sudah mengirim sekitar 2.500 Ayla ke beberapa wilayah di Indonesia, jadi bagi para calon konsumen tidak perlu inden ketika membeli kendaraan ini(co/r7)