Jatim Ajukan Perluasan Tebu Madura 4000 Hektar

Tidak ada komentar 644 views

Surabaya,(DOC) – Potensi pengembangan tebu di Bangkalan dan Sampang, kini terus jadi prioritas Pemprop Jatim. Bahkan, daari informasi yang diperoleh Dinas Perkebunan Jatim, tebu yang dihasilkan salah seorang petani di wilayah Sampang Utara mampu mencapai rendemen 9,85 persen di PG Toelangan Sidoarjo.
Kini, Pemprop Jatim kembali membidik perluasan areal lahan tebu di Madura yang masih cukup potensial untuk dikembangkan. Saat ini, luas tebu yang di Madura masih sekitar 380 hektar. Jumlah itu juga akan terus diperluas hingga mencapai 1.300 hektar di 2013 mendatang dari dana APBN seluas 500 hektar dan dari dana PKBL PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X dan XI bisa bertambahan seluas 400 hektar.
Untuk perluasan tambahan, kini Dinas Perkebunan Jatim telah mengajukan pada pemerintah pusat untuk pengembangan 4.000 hektar. “Pengajuan 4.000 hektar perluasan tebu di Madura telah masuk di Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional),” kata Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Ir Moch Samsul Arifin kemarin
Jika perluasan areal 4.000 hektar itu disetujui dan direalisasikan, kata Samsul, maka besar pula kemungkinan untuk bisa didirikan pabrik gula di Madura. Bahkan, PT Perkebunan Nusantara X juga telah sepakat dan mulai merencanakan pembangunan PG di Bangkalan. Namun, itu bisa dilakukan jika areal tanam tebu bisa mencapai minimal 4.000 hektar.
“Dengan luas tebu 4.000 hektar, maka bisa dibangun PG sekelas PG Olean dengan kapasitas 5.000 TCD (ton per hari),” ujar Samsul. Hal itu, lanjut dia, jika perluasan dapat dimaksimalkan di 2013, maka panen di 2014 sudah mencukupi kebutuhan pasokan tebu untuk didirikan PG baru di Madura.
Selain melakukan perluasan areal tanam, Pemprop Jatim juga Sampang dan Bangkalan agar mau menanam tebu, pihaknya juga terus memberikan stimulus berupa bantuan subsidi untuk bantuan ongkos tebang tebu bagi lahan yang panen tebu perdana atau untuk lahan perluasan baru saja.
Bantuan subsidi ongkos tebang, kata dia, diberikan untuk menebang per 1 kuintal tebu dapat subsidi Rp1.000. Jadi dengan produktivitas tebu mencapai 60 ton/per hektar maka subsidi yang diberikan per hektarnya Rp 600 ribu.
Namun, untuk lebih meningkatkan gairah petani untuk tanam tebu, pihaknya menganggarkan Rp1 juta untuk tiap hektarnya. “Jadi subsidi yang mungkin diberikan yakni ongkos tebang, yakni tinggal ukur berapa luas areal tebunya, lalu dana subsidi bisa diberikan,” ujarnya.
Adapun produktivitas tebu Madura yang saat ini hanya 60 ton/hektar, kata Samsul, masih kurang. “Produktivitas 60 ton/hektar itu tak terlalu besar, karena bobot tebu Madura rendah menyesuaikan kondisi agroklimat lahan Madura,” tuturnya. Namun, lanjut dia, dengan luas yang kini mencapai 400 hektar dan hasil rendemen yang cukup tinggi, masih sangat memungkinkan dilakukan pengembangan lagi dengan varietas yang mungkin bisa lebih baik. (R-12)