Jatim Fokus Garap Sektor Perdagangan

Tidak ada komentar 190 views

Surabaya, (DOC) – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tumbuh pesat dan berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Semua itu bisa diraih, karena Jatim adalah provinsi Industri dan jasa. Untuk itu, yang digarap oleh Provinsi ini adalah sektor perdagangan bukan pertanian.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat memberikan Ceramah Tematik Penguatan Sinergi Pemerintah – Masyarakat- Dunia Usaha Dalam management Bencana Alam dan Konflek Sosial bagi peserta Diklatpim II dan III di Diklat Prov. Jatim Jl. Balongsari Tama Tandes Surabaya, Senin (15/7/2013).
Pakde Karwo panggilan lekat Gubernur Soekarwo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jatim dari 100 persen, sebesar 66 persen didapat dari konsumsi, dari jumlah tersebut dibagi menjadi dua yaitu 30,4 persen dari konsumsi non makanan dan minuman ( seperti, pulsa, listik, sepatu agar making dengan baju serta jilbab). Sedang yang 30 persen berasal dari konsumsi makanan dan minuman murni serta sebesar 22,3 persen lagi diperoleh dari perdagangan. Sedangkan sisanya yakni 15,42 persennya lagi diperoleh dari sector pertanian.
Untuk itulah, tambahnya, dalam membuat perencanaan pembangunan Jawa Timur kedepan ( Musrenbang), pemimpin harus tahun betul dan faham tentang potensi yang dimiliki daerahnya. Karena hal ini sangat penting, kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. “Kalau ekonomi terus meningkat, maka peningkatan inipun harus bisa diikuti oleh peningkatan pendapatan per kapita/ per-orangan yang ada di Jawa Timur,” jelasnya.
Sebagai provinsi jasa, lanjutnya, maka yang harus diperkuat adalah infrastrukturnya. Tujuannya tidak lain adalah agar tidak terjadi kesenjangan dalam pendistribusian pangan atau pengangkutan dari lihir ke hulu atau dari pabrik ke pasar atau ke dermaga.” Saat ini, Jawa Timur telah menjalin hubungan perdagangan antar daerah yakni dengan 24 provinsi di Indonesia utamanya produk Keperluan Rumah Tangga dengan nilai investasi Rp 238 trilyun lebih atau surplus Rp 50,451 triyun (5,036 persen). Sedang nilai Eksport antar daerah tahun sebelumnya sebesar Rp 208,754 trilyun lebih, berarti ada kenaikan yang signifikan.
Sedang untuk kinerja export barang dan jasa ke luar negeri tahun 2011 nilainya Rp 200.500 trilyun, dan untuk tahun 2012 nilai eksport ke luar negeri Jatim sebesar Rp 222.488 trilyun lebih atau meningkat 3,53 persen dari tahun sebelumnya. Sedang nilai Import barang dan Jasa dari luar negeri tahun 2011 sebesar Rp 405.395 trilyun dan tahun 2012 sebesar Rp 473.206 trilyun lebih atau naik sekitar 12,62 persen. Sampai dengan Triwulan I Tahun 2013, total realisasi investasi meningkat 21,32 persen, sedangkan total ijin prinsip meningkat sebesar 438,13 persen. (hms/r4)