Jawa Timur Barometer Politik Nasional

Tidak ada komentar 133 views

Surabaya, (DOC) – Jawa Timur merupakan barometer politik di Indonesia. Hal tersebut tergambar dari total penduduk yang mencapai sekitar 38 Juta dan terdiri dari 38 Kab/Kota. Oleh karena itu, jika situasi keamanan,ketertiban maupun suasana daerah yang ada di Jatim bergejolak maka secara otomatis akan turut mempengaruhi stabilitas politik nasional.
Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menilai bahwa proses pesta demokrasi kepala daerah harus berbanding lurus dan seimbang dengan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia terutama sesuai dengan aturan dari Komisi Pemilihaan Umum Republik Indonesia (KPU RI). “Demokrasi tidak akan berjalan dengan baik apabila penegakan peraturan perundangan tidak dilakukan dengan baik,” ujarnya saat memberikan keterangan bersama dengan rekan-rekan media pada acara deklarasi kesepakatan damai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Minggu (11/8/2013).
Pakde Karwo biasa ia disapa menjelaskan, dengan mematuhi perundangan dan meneggakkan peraturan hukum yang berlaku akan membangun budaya hukum untuk patuh bagi masyarakat. Hukum dijadikan kesepakatan bersama tidak hanya sekadar untuk meneggakkan peraturan, akan tetapi menerapkan kultur atau budaya hukum secara baik. Maka, kultur hukum dalam memberikan aspirasi politik sangat menentukan demokrasi.
Menurutnya, deklarasi kesepakatan damai yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur bertujuan untuk membangun kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku dengan membangun budaya yang aman, santun, damai dan bermartabat serta merupakan salah satu upaya dalam menerapkan budaya hukum kepada masyarakat secara baik. “Ini merupakan salah satu cara dari kepolisian dalam membangun budaya hukum yang sangat bagus sekali,” tegasnya.
Masyarakat Jatim memiliki budaya berfikir secara terbuka (Open Minded) dan menyukai suasana maupun kehidupan yang damai dan juga sangat terbuka untuk mentaati setiap peraturan perundangan yang berlaku. Problem personal dan emosi, kegiatan ini menyadarkan kembali bahwa kehidupan antar sesama membutuhkan suasana yang harmoni.
Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Prov. Jatim Dr. H. Rasiyo menilai Jatim layak dijadikan barometer politik nasional. Hal ini terlihat jelas dari situasi dan kondusif Jatim menjelang Pemilukada aman, nyaman dan tenang yang pada hari ini telah dilaksanakan komitmen dan kesepakatan damai bersama terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. “Dengan keempat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang hadir di Mapolda ini sudah membuktikan bahwa mereka adalah pasangan yang menghargai sistem demokrasi agar berjalan aman, nyaman, jujur dan adil,“ harapnya.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Unggung Cahyon menuturkan, khusus kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur agar turut mensukseskan pelaksanaan pemilukada yang aman, damai, lancar, santun dan bermartabat.
Kapolda berharap hendaknya dalam berkampanye tetap menjunjung tinggi etika sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam sambutan lainnya, ia menegaskan bahwa setiap pelaksaan pemilkada Jatim pasti ada yang terpilih dan ada juga yang tidak terpilih. “Kepada yang tidak terpilih hendaknya menerima kenyataan tersebut secara sportif dan mendukung pasangan calon terpilih. Khusus kepada calon yang terpilih hendaknya merangkul semua pasangan dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Kapolda mengingatkan untuk senantiasa membangun komitmen untuk suksesnya pemilu gubernur dan wakil gubernur jawa timur ini melalui kemitraan antara pasangan calon, Polri, TNI, tim kampanye, penyelenggara pemilu, panitia pengawas dan masyarakat.
Operasi Mantap Praja Semeru 2013 disiapkan demi mengamankan jalanya pemilukada Gub/Wagub Jatim. Sebanyak 26.500 pasukan Jelang pelaksanaan pemilukada Jatim yang akan digelar 29 Agustus 2013. (hms/r4)