Jelang Purna Jabatan Anggaran DPRD Surabaya Membengak

Surabaya,(DOC) – Mendekati masa purna tugasnya yang kurang beberapa bulan lagi, anggota DPRD kota Surabaya malah menaikan anggaran kegiatan yang disusun dalam draft rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah(RAPBD) kota Surabaya tahun 2014. Tak tanggung-tanggung, usulan kenaikan anggaran kegiatan dewan tersebut mencapai Rp9 milliar.

Berdasarkan Draft RAPBD kota Surabaya tahun 2014, alokasi anggaran untuk kegiatan dewan selama setahun yaitu naik menjadi Rp.69,635,869,749, naik sekitar Rp9 milliar dibanding alokasi anggaran pada tahun 2013 yang hanya sebesar Rp60 miliar lebih.

Rincian anggaran kegiatan DPRD Surabaya yang tertuang dalam draft RAPBD kota Surabaya tahun 2014, dana sebesar Rp40,664,000,000,- masih belum jelas penggunaannya. Bahkan anggaran yang mempunyai kode rekening 120.15000.7522 itu, hanya menyebutkan kegiatan peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD, tanpa dirinci jenis kegiatannya.
Selain itu, muncul anggaran kegiatan baru yakni kegiatan sosialisasi peraturan undang-undang dan peraturan daerah sebesar Rp.119,781,300,00.

Jika anggaran tersebut di total secara keseluruhan dengan anggaran kegitan pengkajian, penalaahan kebijakan daerah yang dialokasikan sebesar Rp. 671, 318,600,00 maka Lembaga Rakyat ini akan kebanjiran anggaran. Karena tidak menutup kemungkinan anggota dewan yang baru nanti, periode 2014-2019 akan memakai dana kegiatan tersebut. Asumsinya anggaran kegiatan dewan yang mencapai Rp,69 milliar lebih, pasti dihabiskan oleh anggota dewan periode sekarang hanya dalam kurun waktu setengah tahun.

Kebiasan lama para anggota legeslatif diakhir masa jabatannya selalu menaikkan anggaran yang cukup fantastis. Mereka seakan tidak memikirkan citra lembaga rakyat yang semakin terpuruk, malah bertindak kontra produktif, dengan mengeruk uang rakyat untuk kepentingan kampanye politik menghadapi pemilu legeslatif berikutnya.
Sorotan tersebut disampaikan oleh dosen Fakultas Ilmu Politik Fisip Unair Surabaya, Haryadi, saat dihubungi by phone, Kamis(31/10/2013).
Menurutnya, hal wajar jika anggota legislatif menjelang pemilihan anggota legislatif (pileg) 2014 lebih berkerja keras untuk dirinya sendiri bukan memperbaiki citra lembaga dengan menjalan fungsi kontrolnya.
Apalagi jumlah kunker berkurang, namun anggaran membekak, menurut Hariyadi, tentu ada indikasi pengalihan anggaran.

“ Saya melihat adanya peralihan anggaran yang biasanya untuk kunjungan kerja dialihkan dengan kegiatan populis misalnya dengan melakukan terjun langsung ke masyarakat dengan berbagai alasan baik itu untuk sosialisasi lah dan sebagainya,” kata Haryadi.

Ia menambahkan, sibuknya para anggota dewan incumbent yang kini lebih fokus menemui konstituennya, dipastikan membuat nyaman eksekutif dalam menggunakan anggaran rakyat. “Eksekutif pasti nyaman. Bahkan permintaan DPRD untuk menaikkan anggaran kegiatan sekalipun, akan dituruti oleh pemkot. Sekarang aja pemkot sering kunker atau sosialisai dengan dewan, yang membuat peran dewan tidak lagi kritis,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya, Mochammad Machmud mengaku belum mengetahui dan mempelajari adanya alokasi anggaran kegiatan dewan yang membengkak. ” Saya belum tahu mungkin itu anggaran dari komisi-komisi atau sekwan, Coba nanti saya pelajari anggaran tersebut, ” kata Machmud.

Menurut Mahmud, bertambahnya anggaran tersebut harus dipilah apakan untuk kegiatan pimpinan, anggota dewan atau sekertaris dewan. “ Kalau gak salah ada kegiatan baru yang berubah. Sosialisasi undang-undang itu yang mengajukan bagian hukum Seketaris dewan, sedang anggota dewan sebagai pihak yang diundang untuk menghadiri acara tersebut,” kata Machmud.(r7)