Jemaah Haji Mulai Jalani Wukuf, Tak Sedikit Jemaah Haji Asal Indonesia Memilih Jalan Kaki

Makkah,(DOC) – Sebanyak 2 juta lebih jemaah haji di seluruh pelosok dunia sekarang ini tengah menuju ke Arafah dari arah Mekkah untuk melaksanakan Wukuf yang menjadi puncak haji dimana dilaksanakan pada hari Minggu,(11/9/ 2016). Sekitar  26.000 petugas keamanan yang ditugaskan oleh kerajaan saudi Arabia untuk menjaga dan menyukseskan prosesi ibadah Wukuf di padang Arafah.

Data yang tercatat, Jemaah Haji asal Indonesia berjumlah 155.200 jiwa. Jemaah asal Indonesia ini diberangkatkan pagi hari, Sabtu(10/9/2016) waktu Arab Saudi, karena suasana lalu lintas telah padat merapat, karena sekitar 2 juta Jemaah haji telah berkumpul.

Sejumlah jamaah Indonesia mengaku sudah siap untuk melaksanakan ibadah wukuf di Arafah dengan membawa bekal roti dan makanan kecil. Jamaah gelombang pertama pemberangkatan pada pagi hari, memang butuh bekal makanan karena mereka baru mendapat makanan di Arafah pada malam hari.

Ketua Rombongan 07 dari Kloter JKG-20, Suwandi (53), mengaku rombongannya sudah menyiapkan makanan dan buah-buahan sebagai perbekalan di Arafah nanti. Obat-obatan dan botol minuman juga sudah disiapkan.

Khotijah beda lagi. Wanita berusia 55 tahun asal Tanjung Karang ini membeli nasi ayam seharga 15 riyal untuk bekal makan siang. Dia juga menyiapkan bekal mie instan untuk dibuat di Arafah. Dekat dapur Arafah, kata Khotijah, ada instalasi air panas dengan delapan keran yang bisa digunakan jamaah.

Jamaah tidak hanya menyiapkan makanan sebagai bekal saja namun juga membawa kitab suci Al-Quran dan doa yang akan dibacakan saat wukuf di Arafah nanti. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Khotijah yang membawa Alquran dan Khamami (59), jamaah asal JKG-20.

Dijelaskan oleh Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji(PPIH) Arab Saudi, Subhan Chalid, bahwa pemberangkatan jamaah dari pemondokan di Makkah menuju Arafah akan dibagi dalam tiga trip.

Trip pertama antara pukul 07.00-12.00 waktu setempat. Sementara, trip kedua berangkat antara pukul 13.00-16.00. ‘’Trip ketiga berangkat dari 16.00 sampai pukul 24.00 atau sampai selesai,’’ katanya.

Sebelumnya, Kasi Katering Daker Makkah, Evy Nuryana Rifai, sebelumnya mengatakan jamaah mendapat jatah makan sebanyak empat kali makan selama berada di Arafah. Satu makan malam Sabtu (10/9/2016) dan tiga kali makan (makan pagi, makan siang dan makam malam) Ahad (11/9/2016).

Menu makan malam berupa nasi, ayam goreng tepung, tumis sayuran, buah dan minuman. Sementara, menu makan siang berupa nasi, telur orak arik, tumis jagung pipil, buah dan mineral. Jamaah juga mendapat satu kali snack untuk bekal di Muzdalifah.

Sementara itu, transportasi yang disediakan untuk digunakan oleh para Jemaah yaitu transportasi bus. Namun ribuan jamaah haji terpaksa memilih berjalan kaki menuju ke Arafah, melewati daerah Syisha, Azizah, juga daerah Mina. Secara resmi aparat keamanan menutup jalan bagi kendaraan umum yang akan masuk guna memperlancar jamaah haji yang menempuh dengan berjalan kaki. Memang kemacetan lalu lintas sangat parah, hingga kendaraan tak bisa bergerak.

Panitia PPIH Indonesia untuk mengangkut semua jemaah haji asal Indonesia ke Arafah, Muzdalifah, juga Mina sudah menerjunkan ratusan petugas khusus ke lapangan mereka kan membantu proses pemberangkatan menuju ke Padang Arafah sampai jamaah tiba disana. Adapun petugas yang diterjunkan ialah pembimbing ibadah, petugas kesehatan, dan lainnya.

PPIH tetap meminta kepada jamaah haji asal Indonesia supaya bisa menjaga kesehatan dengan membawa minuman yang cukup, karena hal ini bisa menghilangkan haus akibat cuaca panas di sana. Menurut Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Chalid kepada awak media, jika pihaknya telah melakukan semuanya dengan tertib sesuai rencana yang sudah disepakati.

Subhan meminta supaya jemaah haji semuanya mengikuti ketua regu dan jangan sampai ambil inisiatif sendiri agar selamat dan sesuai dengan rencana, selain itu Menteri Keagamaan memint akepada semu apihak terkait bisa optimal dalam menyukseskan haji 2016 ini, jangan ada sesuatu hal yang tak diharapkan terjadi.(ibc/rol/r7)