Ryamizard Ryacudu Disebut Calon Kuat Pendamping Jokowi

Jakarta,(DOC) – Teka-teki Calon Wakil Presiden(Cawapres) pendamping Calon Presiden(Capres) Jokowi pada Pemilu Presiden(Pilpres) periode 2014-2019, mulai mengerucut menjadi 2 nama, yaitu Ryamizard Ryacudu dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Jendral(purn) TNI Ryamizard Ryacudu disebut-sebut calon kuatnya.

Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Eriko Sotarduga, mengakui memang dua nama tersebut sedang digodok di internal partainya. Ryamizard yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri, dianggap pantas mendampingi Jokowi sebagai cawapres.
“Semua yang diberitakan media, dua orang itu sedang dimatangkan oleh Ketua Umum ibu Megawati, pak Jokowi, bersama Partai NasDem sebagai mitra koalisi,” ujar Eriko saat dikonfirmasi, Selasa (29/4/2014).
Eriko menambahkan, partainya selalu mendengarkan aspirasi-aspirasi rakyat yang berkembang untuk menentukan siapa pendamping Jokowi dalam pemilu Presiden 9 Juli mendatang. “Sedang dimatangkan, kita mendengar suara rakyat,” tuturnya.
Adapun Ryamizard Ryacudu merupakan mantan perwiratinggi militer TNI AD yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005.
Ryamizard juga merupakan menantu dari mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno. Karirnya mulai cemerlang setelah memangku jabatan Pangdam V Brawijaya, yang kemudian diteruskan menjadi Pangdam Jaya.
Kemampuannya merangkul semua unsur TNI saat apel siaga di Lapangan Monas yang melibatkan unsur TNI AL dan TNI AU Juli 2001 menarik KSAD untuk menunjuknya sebagai Wakil KSAD dan kemudian mengantikan Endriartono Sutarto sebagai KSAD.
Terpisah, informasi yang dihimpun d-onenews.com, keinginan JK untuk bersanding dengan Jokowi sangat kuat. Bahkan kabarnya JK berani memberi dana USD50 Juta sebagai dana kampanye, melalui orang dekatnya Sofyan Wanandi.
Sementara terpisah, Mantan KASAD Jendral(purn) TNI Ryamizard Ryacudu, diam-diam telah menjalin komunikasi secara intensif dengan Megawati Soekarno Putri. Bahkan komunikasi tersebut sudah lama terbangun, sebelum Jokowi mendapat rekomendasi maju sebagai Capres dari PDIP.
Bukan Cuma itu, teman dekat Prabowo Subianto ini, juga sudah dipersilahkan menghidupkan jaringan konstituensenya di hampir seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur.(tn/r7)