Jend(purn) Ryamizard : Bangsa Kita Tengah Kesurupan Roh

Banyuwangi,(DOC)Mantan KSAD Jenderal (purn) Ryamizard Ryacudu mengaku prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia yang carut-marut (semrawut). Ungkapan ini dilontarkan disela-sela acara Deklarasi dan Doa Nasional Untuk Indonesia di Tapanrejo Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Sabtu(15/3/2014).

Pada acara yang dihadiri alim ulama, tokoh agama, tokoh kampus, mahasiswa dan pelajar, dan kalangan spiritual, Ryamizard
mengibaratkan, bahwa bangsa Indonesia telah kesurupan roh kapitalis, imperialis dan sosialis. Untuk mengatasi kondisi itu, diperlukan penguatan 4 pilar kebangsaan.

“Karena itu mari kita usir roh tersebut dan kembali ke 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR)I dan UUD 45,” ungkapnya.

Ryamizard menegaskan bangsa Indonesia harus kembali ke jati diri. Mengadopsi paham lain, bisa jadi tidak sesuai dengan kondisi bangsa.
“Jangan kita jadi Orang Indonesia, tapi jiwanya kapitalis, imperialis dan sosialis. Di negara lain sesuai, tapi dinegara kita tidak,”imbuhnya.

Karena itu, Ryamizard mengaku gembira datang ke acara Deklarasi dan Doa
Nasional Untuk Indonesia yang digelar oleh Yayasan Semar Indonesia Mesem yang dipimpin mantan aktivis GMNI, Supono.
“Dengan doa ini kita berharap bisa mengusir itu (Kesemrawutan,red) dan kembali menjalankan nilai-nilai Pancasila,” katanya

Pada kesempatan itu, Ryamizard juga menekankan kepada bangsa Indonesia untuk kembali ke Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR)I dan UUD 45, mengingat UUD 45 sudak tidak murni lagi karena telah diamandemen menjadi UUD 2003 yang dibidani oleh pihak asing.
“Jika NKRI pecah, Pancasila hilang bahaya bangsa ini.Di UUD, ada 86 ayat merupakan saran asing,” terangnya

Ryamizard menambahkan, apa yang disampaikan tidak ada tendensi politik. “Saya bicara seperti ini sebagai wujud cinta saya pada negara. Negara tidak boleh pecah dan bersatu.(r7)