Jepang-China Rebutan Afrika

Tidak ada komentar 142 views

Johannesburg, (DOC) — Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berusaha memperluas pengaruh negaranya di Afrika dengan mengunjungi tiga negara di Benua Hitam itu, pekan ini.
Kunjungan untuk membahas kerja sama ekonomi bernilai miliaran dolar di bidang gas dan batu bara itu membuka kembali luka lama pesaingnya: China.
Pemimpin Jepang itu menekankan pentingnya kunjungannya ke tiga negara Afrika yang merupakan lawatan pertama ke benua itu dalam delapan tahun terakhir. Jepang menjanjikan peningkatan jumlah pinjaman bagi negara-negara Afrika menjadi US$2 miliar.
Kepada para pejabat yang menghadiri pertemuan Uni Afrika di Addis Ababa, Ethiopia, Rabu (15/1/2014), PM Shinzo Abe mengatakan negaranya optimis tentang masa depan kawasan Afrika.
Abe mengatakan bahwa Afrika telah banyak berubah. “Sebagian besar warga Jepang yakin Afrika merupakan harapan bagi Jepang,” seperti dikutip VOA.
Jepang merupakan importir gas alam cair terbesar di dunia dan mengah mengalami kesulitan sejak terjadinya bencana nuklir Fukushima pada 2011 dengan berkurangnya kemampuan tenaga nuklir negara itu. Tidak mengherankan jika Abe kerkunjung ke Mozambik, negara Afrika yang produksi gas alamnya berkembang pesat. Abe membahas beberapa proyek bernilai miliaran dolar dengan para pejabat di sana.
Tapi persaingan negara-negara kuat Asia dengan segera muncul di ibu kota Ethiopia ketika China mengadang upaya Jepang di benua tersebut. Kedua negara memiliki sejarah pahit yang panjang, dan kini terlibat sengketa klam wilayah atas pulau-pulau di Laut China Timur.
Di Addis Ababa, Rabu, Duta Besar China untuk Uni Afrika Xie Xiaoyan dalam pidatonya menyerang upaya Jepang di Afrika. Kepada wartawan, Xiaoyan juga menunjukkan foto-foto mengerikan tentang kekejaman Jepang masa perang ketika menyerang Nanjing, China, selama enam pekan pada 1937.
“Kalian tahu, pemimpin Jepang itu berusaha menampilkan dua wajah: pertama, negara cinta damai, pemimpin cinta damai yang berbicara tentang kerja sama, ekonomi, dan perdamaian dan masalah keamanan, serta berusaha menjadi teman benua Afrika. Wajah lain dari politisi ini adalah, di Asia, mereka melakukan semua yang saya sebutkan tadi dan membuat masalah dengan negara-negara lainnya,” ujar Xie.
Sementara itu, Jepang mengolok-olok upaya China di Afrika –dengan menyinggung pelaksanaan HAM yang buruk di China dan reputasinya yang tidak memperlakukan pekerja-pekerja Afrika dengan baik dalam berbagai proyek mereka.
Jepang dan China tidak diragukan lagi akan terus berselisih akibat masa lalu mereka yang rumit. Tapi di Afrika, perselisihan itu akan muncul dengan berbagai cara yang menarik dan kompleks. (we/r4)