Jihad Sering Disalahgunakan

Tidak ada komentar 278 views

Surabaya, (DOC) – Belakangan ini, kata-kata jihad sering disalahartikan. Ada yang memaknai jihad itu bagian dari terorisme. Begitu juga dengan semangat jihad, sudah banyak yang menyalahgunakannya.
Hal ini diakui penulis buku “Resolusi Jihad Paling Syar’i”, Gugun El Guyanie dalam acara bedah buku yang digelar PC GP Ansor Surabaya di Royal Plaza, Rabu (7/11/2012). Gugun yang didampingi Riyadi Ngasiran dari Lesbumi NU menegaskan jika semangat jihad banyak diartikan dengan perbuatan anarkis untuk memerangi sesuatu yang tidak perlu.
“Sebenarnya tidak seperti itu. Revolusi Jihad yang difatwakan kiai saat perang kemerdekaan (10 Nopember 1945) memiliki relevansi dengan kemerdekaan Republik Indonesia. Tapi kenyataannya, dalam kurun waktu 67 tahun, sejarah yang dipelajari masyarakat Indonesia, salah fatal. Semangat itu juga yang kemudian disalahgunakan kelompok-kelompok tertentu untuk memerangi orang atau kelompok yang tidak sefaham,” tegas Gugun.
Semangat jihad ini yang perlu dikobarkan lagi di tengah rapuhnya kedaulatan bangsa sehingga kolonialisasi gaya baru yang belakangan muncul di tanah air dapat dicegah. Misalnya dalam hal dominasi asing dalam hal pembuatan regulasi di Indonesia. “UU Migas, justru ahli-ahli yang dilibatkan dari asing, bukan dari bangsa ini sendiri,” tambah Gugun.
Sementara Ketua Panitia Bedah Buku, H Hasyim Asyari mengatakan, pada dekade tahun 2000 terdapat banyak aliran yang menyalahgunakan makna dan maksud kata jihad. Padahal, kata dia, jika penempatan jihad itu salah akan memiliki efek negatif yang luar biasa.
Dimana, katanya, masyarakat bisa seenaknya melakukan jihad dengan mengatasnamakan agama.”Jihad yang dimaksud NU beda dengan jihadnya para teroris. Hal inilah yang dikupas dalam buku ini,” papar pria yang juga menjadi Wakil Ketua GP Ansor Surabaya. (tim)