Jokowi Capres, PDIP Menang Pemilu

Tidak ada komentar 161 views

Jakarta,(DOC) – Lembaga survei IndoBarometer merilis survei seputar elektabilitas parpol jika Jokowi dicapreskan PDIP. Hasilnya mengejutkan, jika partai besutan Megawati Soekarnoputri ini bisa menembus 35,8% jika secepatnya dapat mendeklarasikan Jokowi sebagai capres di Pemilu 2014.
“Jika Joko Widodo dicalonkan sebagai capres PDIP, maka suara PDIP meningkat menjadi 35,8%, Golkar 15,8%, Gerindra 7,9%, dan Demokrat 4,6%,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam konferensi pers “Efek Jokowi dan Kinerja Parpol Tiga Bulan Sebelum Pileg di Hotel Haris, Tebet, Kamis (9/1/2014).
Menurut Qodari dalam analisa khusus PDIP tampak bahwa pencapresan Joko Widodo berpengaruh secara signifikan terhadap elektabilitas Partai berlambang Banteng Moncong Putih ini. Dari hasil survei, elektabilitas PDIP pada kelompok kontrol (tanpa ada faktor Jokowi), mencapai 28,8%. “Ada selisih elektabilitas yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok treatment 1, peningkatan sebesar 7%,” tutur Qodari.
Waktu pengumpulan data pada tanggal 4-15 Desember 2013. Survei dilaksanakan di 34 provinsi di seluruhIndonesia dengan jumlah responden sebesar 1200 orang (margin of error sebesar ±3,0% pada tingkat kepercayaan 95%).
Responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia (berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan). Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Dari perbandingan karakteristik demografis yang terpilih, tampak bahwa responden survei ini mirip dengan populasi secara keseluruhan.(co/r7)

Berikut hasil lengkap elektabilitas parpol peserta Pemilu 2014 jika Jokowi diusung PDIP sebagai capres:
1. PDIP: 35,8%
2. Golkar: 15,8%
3. Gerindra: 7,9%
4. Partai Demokrat: 4,6%
5. PKB: 3,8%
6. PAN: 2,5%
7. Hanura: 2,5%
8. PPP: 1,7%
9. NasDem: 1,5%
10. PKS: 1,3%
11. PKPI: 0,8%
12. PBB: 0,0%
Suara Tidak Sah: 2,1%
Tidak menandai surat suara: 20,0%