Joyoboyo Dibangun Menara Pemantau

 Featured, Kesra

Kawasan Terminal Joyoboyo yang akan ditata ulang

Surabaya, (DOC) – Proyek pembangunan revitalisasi gedung kantor UPTD Terminal Joyoboyo sudah memasuki tahap akhir pelaksanaan , kini tinggal finishing saja yg ditargetkan akhir Nopember sudah kelar. Pihak pelaksana pembangunan dari rekanan pemkot menyatakan saat ini pengerjaan sudah 80 persen, sebelumnya pada Agustus lalu proyek revitalisasi sempat mendapatkan sorotan DPRD Surabaya karena dinilai berjalan lambat.

Jumat lalu, pihak Komisi C DPRD Surabaya kembali melakukan tinjauan ke lokasi untuk memastikan perkembangan progres pembangunan. Menurut Agus Sudarsono anggota Komisi C DPRD Surabaya, dari pengamatan di lapangan saat ini pengerjaan ada di lantai III, dan dari estimasi pihak pelaksana pembangunan, menyatakan Nopember sudah kelar. “Kita tidak begitu saja percaya atas laporan 80 persen progres pembangunan, tapi kita sudah melihat saat ini sedang dilakukan pengerjaan  keramik di lantai III. Semoga penyelesaian pembangunan sesuai dengan target,” kata Agus.

Komisi C masih akan terus memantau perkembangan pembangunan gedung UPTD Joyoboyo yang merupakan proyek multiyears sejak 2011. Tahun ini anggaran yang dialokasikan sebesar Rp2 milliar guna penuntasan gedung tingkat 3 itu. Namun secara keseluruhan pembangunan belum kelar mengingat rencananya gedung tersebut akan dibuat menyambung dengan area KBS maupun terminal trem di sebelah KBS.

Hal ini dibenarkan Agus Sudarsono anggota Komisi C yang lain. Menurutnya konsep kawasan Joyoboyo ke depan akan menyambung dengan KBS, bahkan kini juga muncul wacana dari Dishub yang menginginkan membangun gedung tingkat 8 di area itu. Fungsi dari gedung nantinya di lantai paling atas berfungsi sebagai ruang pemantau seluruh kawasan seputar Joyoboyo hingga Wonokromo. Tak hanya itu, bahkan Dishub menginginkan gedung paling atas dibuat bisa berputar 360 derajat.

“Kami justru ingin gedungnya 12 lantai, jika tujuannya untuk memantau, agar daya jangkau pengamatan lebih jauh. Tapi ini kan baru wacana,” tegas Agus Sudarsono. (K5/R4)