Jumlah Lansia Di Indonesia Terus Membengkak

Tidak ada komentar 160 views

Jakarta (DOC) – Bertambahnya usia harapan hidup di Indonesia, hingga 72 tahun, membuat jumlah lanjut usia juga semakin besar angkanya. Diperkirakan  tahun 2025, jumlah lansia membengkak menjadi 40 jutaan. Bahkan di 2050 jumlah lansia membengkak menjadi 71,6 juta jiwa di Indonesia.

Saat ini, jumlah lansia di Indonesia sudah mencapai 28 juta jiwa. Angka ini sudah mendekati 8 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 250 juta.

Hal ini dikatakan Direktur Pelayanan Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial, Yulia Suhartini disela Simposium On Ageing In The 21st  Century : A Celebration And A Challenge, di Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Diakui Yulia, masih ada sekitar 1,8 juta lansia terlantar. Namun, pemerintah melalui Kemensos baru bisa menangani lansia sekitar 46.500 saja. Diantara lansia yang sudah ditangani Kemensos diantaranya 26.500 lansia yang mendapat asistensi lansia (aslut) sebagai pengganti Jaminan Sosial Lansia (JSLU), Home Care sekitar 1.600 lansia dan Day Care 4.500 lansia.

“Memang baru sedikit jumlah lansia yang ditangani pemerintah.  Dari sekitar 1,8 juta lansia terlantar kita baru bisa tangani 46.500 lansia saja. Berarti masih besar jumlah lansia yang belum tertangani pemerintah. Namun demikian kita berusaha agar stake holder juga peduli dan bantu menangani lansia. Seperti di DKI Jakarta ada Pusaka atau Pusat Bantuan Lansia kemudian Yogyakarta dan provinsi lainnya. Selain stake holder seperti orsos, LSM kita juga berusaha agar perusahaan juga mau nangani lansia melalui CSR-nya. Seperti perusahaan kosmetik Martha Tilaar, Sari Ayu dan perusahan makanan,” ujar Yulia.

Menurutnya, upaya pemerintah menangani lansia tidak hanya dilakukan Kemensos namun ditangani Kementerian atau Lembaga lainnya. Namun level penanganan lansia tingkat Kementerian berbeda-beda. Di Kemensos, lansia ada di level tinggi di eselon II, sementara di Kementerian lainnya ada yang berada di level eselon III. Di BKKBN, karena pendekatannya kependudukan, maka levelnya ada di eselon I.

“Dana untuk penanganan lansia sekitar Rp84 miliar dimana dari dana tersebut sekitar Rp67 miliar untuk aslut. Dan setiap tahunnya kita menghabiskan anggaran Rp8 miliar untuk home care, day care dan program pendamping lansia,” jelas Yulia.(K-4/kbr)

Tag: