Kabinet Baru, Pengaruhi Penguatan Pasar Uang

Tidak ada komentar 410 views

Jakarta, (DOC) – Kombinasi kondisi eksternal dan domestik turut berpengaruh pada kondisi nilai tukar. BI mencatat secara month-to-month rupiah melemah 1,57 persen menjadi Rp 11.898 per dolar AS. Kemarin rupiah menguat 0,11 persen menjadi Rp 12.198 per dolar AS di Bloomberg Dollar Index.
Sebelumnya rupiah sempat rontok melampaui Rp 12.200. Adapun, BI menetapkan nilai tengah pada posisi Rp 12.190 atau menguat dari pembukaan awal pekan ini di level Rp 12.212. BI menilai pelaku pasar tengah menantikan kinerja pemerintah baru, khususnya formasi kabinet Jokowi-JK.
“Investor menunggu pembentukan kabinet pemerintahan baru dan program kerja pemerintah ke depan, termasuk kebijakan penyesuaian BBM bersubsidi,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Torta Segara, Selasa (7/10/2014).
Belakangan ini, sejumlah ekonom beranggapan komposisi parlemen yang didominasi oleh Koalisi Merah Putih -oposisi pemerintah- akan menghambat bahkan menjegal kebijakan dan program kebijakan pemerintah Jokowi-JK.
Athor Subroto, peneliti dari Universitas Indonesia mengatakan kondisi tersebut membuat prospek pasar terhadap perekonomian Indonesia lebih rentan. “Resiko politiknya menjadi lebih besar,” katanya.
Di sisi lain, faktor eksternal, terutama jelang normalisasi kebijakan moneter the Fed disinyalir turut menggerus mata uang negara berkembang. Dari sisi inflasi, BI optimistis target tahun ini sebesar 4,5 persen (1 persen) akan tercapai jika kebijakan pemangkasan subsidi BBM tak dilakukan tahun ini. (b/r4)