Kader PKS Klarifikasi via Facebook

Tidak ada komentar 124 views

Surabaya, (DOC) – Setelah lama menghilang tidak tau dimana posisinya akhirnya Ahmad Suyanto Wakil Ketua Dua DPRD Kota Surabaya berkomentar, mengenai kekisurhan di DPRD dalam memimpin rapat Banmus dan Sidang Paripurna dalam memgawal SK Gubernur Jatim.

Diakun facebook dengan nama Akhmad Suyanto dengan pasang foto piq dirinya bersama anak laki-lakinya. Wakil ketua DPRD ini berkomunikasi dengan awak media mengenai dirinya yang tidak memimpin sidang Banmus. Dalam cattingnya Suyanto menuturkan dirinya berada di Jakarta untuk berkonsultasi dengan Kementrian Sosial (Kemensos) membicara soal penutupan lokalisasi di kota Surabaya dan menggunakan biaya sendiri.

“Aku teko kemensos ketemu staf ahli, ngurus masalah penutupan lokalisasi di kota surabaya. Ini konsultasi penting dengan anggaran pribadi mengejar jadual pemkot nutup tambak asri bu wali rencana tanggal 30 april dan melobby mentri segera menurunkan uangnya dan minta jadwal beliau ikut turun dalam upaya penutupan lokalisasi di surabaya, terkait dengan persoalan surabaya saya adalah utusan partai jadi sikap politik sudah diambil partai maka sebagai utusan partai di DPRD surabaya saya samikna wa athokna,” kata Yanto melalui facebook.

Dalam persoalan di DPRD Yanto menyerahkan sepenuh terhadap partainya karena dirinya berangkat dari partai politik. Dan tentunya dalam menjalankan agenda politiknya dirinya mengikuti apa yang telah menjadi sikap partainya. Dan dirinya menjalankan semua kegiatan institusi negara yakni DPRD harus berdasarkan UU yang berlaku.

“Sebagai pimpinan lembaga yang harus bertindak berdasarkan undang2 maka kami juga memandang perlu kehati2an bersikap,” tegasnya .

Dan saat ini kata Kader PKS ini, Partainya menugaskan dirinya untuk melakukan konsultasi ke Jakarta di DPR RI sehingga nantinya aapa yang dilakukannya dalam mengambil sikap sebagai salah satu unsur pimpinan DPRD kota Surabaya tidak catat hukum.

“Saya diminta partai untuk bertemu dengan anggota DPR RI komisi 2 dari PKS Gus Pur, untuk meninjau sisi hukum dan politis porsoalan surabaya, disamping itu membawa misi pemerintah kota pasca rapat mensos dan walikota tempo hari maka kami ke kemensos juga demi keberhasilan program pengentasan wanita tuna susila,” pungkasnya. (r4)