Kadin Jatim Siap Bantu UMKM

Tidak ada komentar 133 views

Surabaya, (DOC) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menyatakan siap untuk membantu dan menfasilitasi para wirausaha dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mendapatkan kemudahan akses perbankan. Kadin akan berupaya menyederhanakan persyaratan perkreditan yang selama ini masih dianggap sulit dan rumit.
“Kadin siap menfasilitasi. Kadin siap membantu. Jangan ada UMKM dan wirausaha yang merasa susah dapat kredit,” tegas Wakil Katua Umum Kadin Jatim M Rizal kepada wartawan usai penghadiri acara Rakor Bidang Perekonomian Provinsi Seluruh Indonesia di Hotel Meritus Surabaya.
M Rizal mengatakan, sejauh ini kemudahan akses perbankan bagi UMKM memang masih menjadi persoalan krusial. Banyak UMKM yang belum tersentuh perbankan akibat sulitnya persyaratan. Sehingga dalam menjalankan produksinya, sebagian besar menggunakan pendanaan mandiri.
Sebanyak 35,49 juta dunia usaha atau 70% merupakan usaha yang belum layak usaha dan belum bankable, sehingga memiliki risiko tinggi dalam pengembalian modal. Sisanya, 15,21 juta dunia usaha atau 30 persen telah layak usaha (feasible) namun belum bankable. Secara nasional, total pelaku UMKM yang termasuk klaster pertama dan kedua yang sulit mengakses pembiayaan mencapai 50,70 juta unit usaha.
“Dalam hal ini, Kadin Jatim mengusulkan ada sinergi pembiayaan antara program pemerintah, perbankan, dan Program Kemitraan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Harus ada sinergi antara pemerintah, perbankan, dan BUMN dengan skema pembiayaan yang seragam dan kontrol seirama agar pengembangan UMKM bisa berjalan baik, tidak sporadis, dan tidak tumpang-tindih antar-program yang ada,” kata Rizal.
Dengan langkah ini, ia berharap UMKM dan wirausaha akan merasa terbantu dan termudahkan untuk mendapatkan kredit dari perbankan. Apalagi saat ini suku bunga bank untuk UMKM juga kian rendah. Di Bank UMKM misalnya, suku bunga bagi UMKM dipatok sebesar 6% dari sebelumnya 8 persen.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Soekarwo membenarkan kondisi tersebut. Masih banyak UMKM yang menggunakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) karena kemudahan akses walaupun dari sisi bunga sangat tinggi. Biasanya, mereka mengangsur dalam harian.
“Ini yang akan saya bicarakan dengan Bank Indonesia. Saya berharap, BPR-BPR ini akan di-linked. Harus cek BPR-BPR dan Koperasi Simpan Pinjam. Mereka harus ditekan, kalau BI sudah memberi kemudahan bunga rendah, BPR dan KSP juga harus memberikan kredit dengan bunga yang rendah kepada UMKM. Syaratnya ya angsurannya jangan harian tetapi mingguan,” kata Pakde. (r4)