Kantor DPD PDIP Jatim Disoal

Tidak ada komentar 290 views

Surabaya, (DOC) –  Jelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP II, Jum’at (12/10), suhu politik di Surabaya ikut memanas. Pasalnya, beberapa massa  pelaku pengambilalihan kantor DPD PDI (Pro-Soerjadi) tahun 1997, menyoal atau menggugat keberadaan kantor DPD PDIP Jatim di Jl Kendangsari Industri 57 Surabaya.

Ada 16 nama yang tergabung dalam Pejuang dan Pelaku Sejarah PDI Perjuangan Surabaya-Jatim dalam pengambil alihan kantor itu dari kubu PDI Pro Soerjadi, yakni Yudi Firmansyah, M Zulfi Azwan, Bambang DH, Moh Basuki, Nonong (Alm), Kasmuri (Alm), H Isman (Alm), Puryatminto, Suwari, Broto Guntoro, Masriyanto, Maxida, Drajat Jember, Sunardi, Bambang Bratang dan Gendut.

Koordinator Pejuang dan Pelaku Sejarah PDIP Surabaya-Jatim, M Zulfi Azwan mengatakan,  berdasar dari sertifikat/buku tanah Nomor: 8745143,  kepemilikan  kantor DPD PDIP Jatim itu secara sah masih atas nama Dimmy Haryanto (mantan Ketua DPD PDI Jatim Pro Soerjadi) serta peruntukannya, dengan akta jual beli di Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Noor Irawati, SH tanggal 20 Desember 1996, Nomor:2603/256/Rungkut/1996. Serta tanggal pencatatan , 07 Agustus 1997, No Daftar: 2499418789/III/1997.

Berdasar fakta di atas dan hasil musyawarah bersama, menurut Zulfi Azwan, Pejuang dan pelaku Sejarah PDIP Jatim mempunyai hak atas tanah dan gedung tersebut jika terjadi jual beli kepada pihak manapun.

“Kantor itu kalau memang mau dimiliki PDIP Jatim, ya harus dibeli atau disewa agar statusnya jelas. Ini karena kantor sudah ada yang menawar Rp 20 miliar. Kalau tidak, akan melanggar ketentuan di UU 8/2012 tentang verifikasi parpol yang menyatakan parpol harus memiliki kantor atau sekretariat sah. Jika ini dibiarkan bisa-bisa PDIP tak bisa ikut Pemilu 2014 mendatang,”tegasnya Zulfli yang juga mantan Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya 1996-2000 ketika melakukan aksi di Monumen Taman Bungkul, Kamis (11/10) siang.

Menurut dia, saat pengambilalihan kantor DPD PDI tahun 1997,  para Pejuang dan Pelaku Sejarah PDIP Surabaya dengan berbagai pengorbanan tanpa mempedulikan nyawa. Apalagi, ketika itu  pihaknya  dihadang sekelompok orang yang berpakaian preman dan memegang celurit,” tuturnya.

Semua ini, lanjut dia, dengan dasar rasa persaudaraan, perjuangan dan pengorbanan yang pada saat itu tanpa pamrih.

Untuk itu ditegaskan Zulfli, segenap komponen Tim Aksi 96 meminta agar pengurus DPP dan DPD PDIP segera mengembalikan asset tersebut, karena secara hukum sah di Indonesia bukan miliknya.”Kasus ini harus diselesaikan secara baik karena diminta oleh Pak Dimmy. Apalagi selama hampir 15 tahun kantor itu dipakai oleh PDIP Jatim, tapi mereka tak pernah memberikan kompensasi.  Karena itu, status kantor tersebut harus dipertegas, apakah sewa atau pinjam pakai,” ungkapnya.

Diakui, pada 1 Agustus 2012 lalu pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri, dengan tembusan ke DPD PDIP Jatim. Tapi hingga kini belum ada jawaban.

“Ya, kami juga minta kepada KPU untuk menjelaskan status kantor yang dipakai PDIP Jatim. Karena kalau ini di verifikasi factual, bisa mengganjal keikutsertaan PDIP pada Pemilu 2014 mendatang,” terangnya.

Hal senada diungkapkan, mantan Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya 2000-2005  Suwari. Menurut dia, pengurus PDIP Jatim dibawah komando Sirmadji telah melakukan kebohongan publik. “Kami juga mempertanyakan ketika PDIP Jatim menyerahkan berkas verifikasi parpol ke KPU Jatim, apa statusnya gedung DPD PDIP Jatim itu. Kalau mereka bilang itu hak miliknya, itu jelas pembohongan besar. Ini sangat bahaya bagi caleg dari PDIP Jatim,”terangnya.

Karena itu, menurut Suwari, para Pejuang dan Pelaku  Sejarah PDIP Surabaya-Jatim, ingin meluruskan  sejarah tentang status dan keberadaan kantor DPD PDIP Jatim tersebut, apalagi setelah ditegur oleh Dimmy Haryanto.

“ Karena itu, kami merasa malu kalau tak bisa menyelesaikan persoalan ini. PDIP itu sekarang kaya, masak enggakmampu beli kantor sendiri,” imbuhnya.

pungkas Zulfi.

Lebih jauh, Suwari menegaskan, jika persoalan ini nantinya juga akan disampaikan  saat Rakernas PDIP II, Jum’at (12/10) nanti.

Sementara  Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji  saat dikonfirmasi  kasus tersebut  HP-nya tak diangkat, meski ada nada panggil. Sementara Sekretaris DPD PDIP Jatim, Kusnadi ketika dihubungi sempat tersambung. Tapi ketika dikonfirmasi soal kasus itu  tiba-tiba sambungannya putus. Ketika ditelepon lagi tak bisa. (R-12/R9)

Tag: