Kapal Tenggelam di Pulau Komodo, 6 Penumpang Hilang

Ilustrasi kapal tenggelam.

NTT, (DOC) – Sedikitnya 6 penumpang KM Rajawali asal Bima, Nusa Tenggara Timur yang tengelam di perairan selatan Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur dinyatakan hilang dan hingga kini masih belum ditemukan.

“Dalam peristiwa tengelamnya KM Rajawali, ada enam orang penumpang dan semuanya masih hilang. Dalam peristiwa ini bukan hanya satu korban yang hilang namun enam penumpang yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Basarnas terus berupaya melakukan pencarian terhadap enam penumpang yang masih hilang itu,” kata Kepala Kantor Basarnas Kupang, I Nyoman Sidakarya, Kamis (19/10/2017).

Nyoman mengatakan, tim Basarnas mulai fokus melakukan pencarian terhadap 6 korban yang hilang di lepas pantai Pulau Komodo itu.

Menurut dia, KM Rajawali tengelam ketika mencari ikan di sekitar perairan Komodo setelah dihantam gelombang laut yang sangat keras dengan ketinggian 2 hingga 2,5 meter.

Saat peristiwa berlangsung, kapal berbobot 4 GT itu dinakhodai Haji Amir yang juga sebagai pemilik kapal diduga terhempas gelombang hingga tenggelam bersama 6 nelayan.

Ia mengatakan, tim Basarnas membutuhkan waktu selama 12 jam perjalanan ke lokasi tempat para korban dilaporkan hilang untuk mencari para korban.

“Pagi ini tim Basarnas akan turun melakukan pencarian terhadap enam korban yang hilang itu,” kata Nyoman.

Kapal yang dinakhodai Haji Amir tenggelam bersama enam orang ABK yang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa yang terjadi di perairan selatan Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (18/10) pukul 14.30 wita.(ara/ziz)