Kapendam: Kami Siap Layani Wartawan 24 Jam

 Hankam

Surabaya, (DOC) –  Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) V/Brawijaya Kolonel Arm Totok Sugiharto secara terang-terangan meminta maaf kepada insan pers jika dalam liputan di lapangan ada benturan atau gesekan dengan prajurit TNI-AD.

.     Ia berharap silaturahmi antara prajurit TNI AD dan insan pers tetap terjaga. Meski ketika proses peliputan wartawan di lapangan rawan terjadi gesekan. “Ya, ini karena kedua pihak sama-sama berpegangan terhadap aturan yang berlaku di masing-masing insitusinya. Wartawan dilindungi Undang-Undang, sedangkan prajurit memiliki protap dan peraturan atas perintah pimpinan. Jadi, kami mohon maaf dan rekan-rekan media memakluminya,” ujar Totok dihadapan puluhan insan pers Jatim pada acara tasyakuran kenaikan pangkat di Halaman Kantor Kapendam, Kamis (11/10) siang.

Totok berharap, publikasi yang dilakukan insan pers kalau bisa seimbang. Karena itu, jika ada kejadian yang menyangkut keluarga besar Kodam V/Brawijaya, silakan melakukan konfirmasi sehingga  berita itu bisa akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan, Totok mengaku siap melayani wartawan selama 24 jam untuk konfirmasi  sebuah pemberitaan.

“Saya siap sehari semalam menerima konfirmasi wartawan. Kami terbuka dan tidak akan ada yang ditutup-tutupi,”ungkapnya.

Meski demikian,  Totok  berharap  insan pers, baik dari media cetak maupun elektronik, ikut membantu memberikan informasi  yang proporsional dan profesional dari Kodam V/Brawijaya kepada masyarakat. Harapannya,  untuk mewujudkan suasana Jatim yang lebih kondusif dan aman,” tuturnya.

Terhadap prajurit TNI AD yang melakukan pelanggaran berat, khususnya narkoba, dikatakan Totok, sesuai instruksi Pangdam V/Brawijaya, hanya ada dua kata, yakni proses dan pecat.

Keseriusan Kodam V/Brawijaya ini dibuktikan dengan dipecatnya 5  anggota TNI AD dan satu PNS yang terlibat penyelundupan imigran gelap. (R-12/R9)