Kapolrest Jember Pastikan Kericuhan Bonek vs PSHT Tak Menelan Korban Tewas

Foto : Kapolrest Jember

Lumajang,(DOC) – Beredar kabar korban tewas akibat kericuhan antar Suporter Bonek dengan Perguruan Setia Hati Teratai(PHST) saat berlangsungnya pertandingan Liga 2 antara kesebelasan Semeru FC Lumajang melawan Persebaya Surabaya, di Stadion Jember Sport Garden (JSG), Rabu (4/10/2017) sore kemarin.
Namun kabar tersebut mendapat bantahan keras dari pihak Polres Jember yang menganggap kabar itu adalah ‘Hoax’.
Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo secara tegas menyatakan, isu korban tewas yang beredar luas di media sosial(Medsos) adalah ‘Hoax’ yang tak bisa dibuktikan kebenarannya.
“Situasi Jember masih dinyatakan kondusif, tidak ada korban jiwa. Semua supporter bisa pulang ke rumahnya masing dengan aman. Selama jalannya pertandingan tidak ada gangguan, semua supporter bisa berjalan pulang tanpa halangan,” tegasnya Kapolrest Jember, Kamis(5/10/2017).
Insiden kerusuhan yang melibatkan para Suporter Bonek Mania dengan PSHT yang terjadi dibeberapa titik yakni Kecamatan Ambulu, Balung, Pakusari dan Ajung bisa langsung di kendalikan oleh petugas kepolisian.
“Insiden itu berhasil direda dan dibubarkan oleh pihak aparat keamanan sehingga tidak sampai mengakibatkan kerusuhan meluas hingga jatuhnya korban tewas,” tegas Kapolres Jember.
Ia memastikan, tidak korban meninggal dalam insiden kemarin.
“Saya pastikan lagi tidak ada korban meninggal dunia seperti yang ramai di media Sosial,”tegas AKBP Kusworo Wibowo.(mam/r7)