Karsa Jilid II Masih Mendominasi Jawa Timur

Tidak ada komentar 130 views

Surabaya,(DOC) – Pasangan bakal Cagub dan Cawagub incumbent, Soekarwo -Saifullah Yusuf (KarSa), pantas berbangga, karena berdasarakan hasil survei Lembaga Proximity, elektabilitas pasangan KarSa masih tak tertandingi dan masih mendominasi Jawa Timur, yaitu berada di kisaran 62,5 persen, jauh di atas para pasangan calon gubernur lainnya.
Hasil penelitian yang dilakukan awal hingga pertengahan bulan Juni ini menggunakan metode multi-stage random sampling dengan 1.200 responden dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Margin error mencapai 2,8 persen.
Presiden Direktur Lembaga Proximity, Whima Edy Nugroho, menyatakan, pasangan incumbent masih dipercaya masyarakat Jawa Timur untuk kembali memimpin pada periode 2014-2019. “Pasangan KarSa masih dipercaya masyarakat Jawa Timur. Hasilnya, elektabilitas pasangan KarSa mencapai 62,5 persen,” ungkapnya, Rabu (19/6/2013) kemarin.
Data survey itu juga menyebutkan, untuk pasangan Khofifah Indar Parawansa – Herman S Sumawiredja yang diusung PKB dan beberapa partai nonparlemen, hanya mendapat 17,7 persen, kemudian disusul pasangan Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah asal PDIP yang mendapat dukungan 5 persen. “Sisanya, 14,8 persen belum menentukan pilihan. Sedangkan untuk pasangan perseorangan Eggi Sudjana-Muhammad Sihat, tidak tercatat karena tidak ada responden yang memilih,” katanya.
Sementara mengenai tingkat popularitas, masing-masing bakal calon gubernur, Menurutnya, pasangan Cagub incumbent masih mendominasi, yaitu 89,9 persen. Disusul Khofifah Indar Parawansa sebesar 55,2 persen, Bambang Dwi Hartono sekitar 9,7 persen dan Eggi Sudjana sebanyak 3,6 persen.
Begitupula dengan popularitas calon wakil gubernur, diurutan pertama ditempati Saifullah Yusuf (62 persen), Herman Sumawiredja (10,9 persen), Said Abdullah (7,4 persen) serta Muhammad Sihat (2,6 persen).

Ia menjelaskan, tingginya tingkat elektabilitas dan popularitas pasangan incumbent karena dianggap sudah teruji kepemimpinannya dan berpengalaman. Sedangkan Khofifah-Herman masih belum terbukti dan hanya dikenal sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU).
Untuk pasangan Bambang-Said, masyarakat Jawa Timur hanya mengenal keduanya sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Bambang hanya bagus ketika memimpin Surabaya.. “Kami juga menyurvei pengenalan terhadap calon gubernur dan wakil gubernur. Hasilnya, sebagian besar pemilih belum mengetahui atau belum mengenal nama pasangan. Bahkan, mereka juga tidak mengetahui kalau Pilgub Jatim akan digelar pada 29 Agustus mendatang. 81,3 persen mengatakan tidak tahu, sisanya mengetahui. Ini membuktikan kalau sosialisasi ke masyarakat masih kurang,” jelasnya.
Sementara dari nama-nama bakal calon yang akan bertarung di Pilgub nanti, 87,4 persen belum mengetahui atau belum mengenal nama-nama calon. Sisanya, 12,6 persen sudah mengetahuinya atau mengenal nama calon gubernur. “Besarnya pemilih di Jatim yang tidak mengetahui nama-nama calon, karena sampai sekarang belum ditetapkan kandidat pasti sebagai peserta Pilkada,” cetus Whimar.(Mer/r7)