Karsa Pasangan Terpilih Pilgub Jatim

Tidak ada komentar 139 views

Surabaya, (DOC) – Rekapitulasi suara yang digelar dalam rapat pleno terbuka, Sabtu (7/9/2013) malam, sama sekali tak ada halangan atau protes berarti dari para pasangan calon dan saksinya. Hasil rekapitulasi setelah semua perolehan suara KPU Kabupaten/Kota dihitung, pasangan nomor 1 (Soekarwo-Saifullah Yusuf) memeroleh suara 8.195.816 atau 47,25 persen, pasangan nomor 2 (Eggy Sudjana-M Sihat) mendapat 492.932 atau 2,44 persen, pasangan 3 (Bambang DH-Said Abdullah) mendapat 2.200.069 atau 12,69 persen dan pasangan 4 (Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Soemaworedja) mendapat 6.525.015 atau 37,62 persen.
Total suara sah dalam Pilgub Jatim ini mencapai 17.343.832 suara dan yang tidak sah mencapai 592 ribu lebih suara. Dengan demikian, partisipasi pemilih dalam Pilgub Jatim 2013 ini mencapai 59,95 persen atau 60 persen.
Sementara, sebelum pembacaan SK penetapan pasangan calon terpilih beberapa saksi calon menyampaikan keberatannya. Saksi dari pasangan 3, Andi Pirasardi menyatakan, pihaknya tak akan melakukan upaya hukum ke MK, tapi hanya akan memberikan catatan pada form keberatan terhadap pelaksanaan Pilgub Jatim 2013.
Catatan lain, ada perlakuan tak adil saat sosialisasi Bawaslu terkait penghilangan logo jempol dihilangkan, ada dua penetapan pasangan calon saat diralat tak ada baliho sosialisasinya, baliho yang dipasang PDI Perjuangan untuk mensosialisasikan itu malah diturunkan, logo jempol dilarang atau dihilangkan, serta ada bantuan hibah di Jember sebesar Rp 27 juta tapi Panwas tak ada keterangan investigasinya.
“Pemenang pada Pilgub 2013 ini adalah Golput sebabkan pimpinan inlegitimate walau partisipasi pemilih mencapai 60 persen. Seharusnya KPU Jatim mampu menekan Golput menjadi 80 persen,” kata Andi.
Sementara saksi dari pasangan calon 2 mengungkap masalah pendzoliman yang dilakukan koran besar di Jatim pada 26 Agustus yang mengklaim 0,7 persen untuk pasangan itu.
“Kami keberatan dengan survei itu, kami merasa didzolimi, tapi Bawaslu tak menegurnya,” ujar saksi pasangan 2.
Sementara pasangan calon 4 yakni Juli Eddy menyampaikan, adanya upaya jegal menjegal di Pilgub Jatim 2013 ini tak direspon Bawaslu dan KPU.
“Karena itu kami menolak mengakui proses perhitungan ini. Keberatan ini akan kami urai dalam catatan, gak pantas kalau disampaikan di forum ini,” tegas Juli Eddy.
Pada kesempatan itu juga Pakde Karwo dan Eggy Sudjana diminta memberikan sambutannya. Menurut Pakde Karwo, semua TPS sudah ditandatangani semua saksi.
“Pelaksanaannya damai dan hargai hak rakyat, ini merupakan kedaulatan rakyat. Kabarkan ke seluruh negeri tentang proses demokrasi di Jatim ini dan agar daerah lain di Indonesia belajar ke Jatim,” ujar Pakde Karwo.
Sementara Ketua KPU Jatim Andry Dewanto pun menutup acara itu dengan membacakan SK 23 tentang penetapan hasil rekapitulasi perhitungan suara serta SK 24 tentang penetapan pasangan calon terpilih. (co/r4)