Karsa Pecah, Demokrat Siapkan Cawagub Cadangan

Tidak ada komentar 88 views

Surabaya, (DOC) Belum jelasnya pasangan Karsa (Soekarwo -Saifullah Yusuf) umtuk kembali berduet pada Pilgub Jatim 2013, membuat pengurus Partai Demokrat (PD) Jatim was-was. Karena itu, sejumlah rencana cadangan telah disiapkan sebagai antisipasi jika pasangan Karsa ini pecah.
Apalagi, belakangan ini berita kalau Gus Ipulk bakal maju sebagai cagub cukup kencang. Sehingga mau tak mau pengurus PD Jatim harus menyiapkan calon pengganti Gus Ipul untuk mendampingi Pakde Karwo.
Kabar ini memang dianggap serius di internal PD. Karena jajaran pengurus PD segera menggelar rapat internal. Ini dilakukan karena waktu pelaksanaan Pilgub sudah mepet.
Menurut informasi di internal PD Jatim, persoalan ini akan dibicarakan dengan Ketua DPD PD jatim, Soekarwo untuk membahas rencana cadangan tersebut. Karena sejauh ini, DPD Partai Demokrat Jatim, menunggu keputusan Pakde Karwo soal bacawagub yang bakal digandeng.”Karena semakin hari, tampaknya pasangan KarSa semakin sulit untuk bersatu lagi,”terangnya.
Apalagi, rencana percepatan deklarasi tampaknya tak akan berjalan lancar. “Ya, lihat saja pernyataan Gus Ipul. Dia malah menampiknya. Mau dipaksakan deklarasi, kalau salah satu tidak mau, ya apa bisa?” tambahnya.
Menurutnya, tidak baik bila kepentingan partai yang lebih besar tersandera oleh satu hal yang kurang besar. Seperti memilih cawagub. ’’Kader NU selain Saifullah Yusuf kan banyak, kalau cawagubnya harus dari NU.. Jadi, untuk itu, sumber tersebut menginginkan agar yang dipercepat sekarang bukan rencana deklarasi, tapi kerja pemenangan,”ujarnya.
Ketua DPD Partai Demokrat yang juga Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan diri melaunching KarSa jilid II, rencananya Desember 2012 atau Januari 2013. Namun, Gus Ipul mengaku belum siap, karena masih mau melihat dinamika Nahdlatul Ulama. “Masak tidak boleh. Wong mau lihat saja (NU) kok tidak boleh,” kata Soekarwo menanggapi pertanyaan wartawan, saat ditanya kelanjutkan koalisi dengan Saifullah Yusuf, Selasa (26/11) di sela-sela acara penandatangan Kerjasama Sister Province – State antara Pemprop Jatim – dengan Negara Bagian Australia Barat, di Gedung Grahadi, Selasa (27/11).
Di bagian lain, Saifullah Yusuf ketika dikonfirmasi mengenai rencana cadangan Partai Demokrat tampak tenang-tenang saja. ’’Itu bagus. Itu sehat, sebagai sebuah proses demokrasi. Biasa, tidak ada yang perlu dipermasalahkan,’’ tuturnya.
Menurutnya, sikapnya selama ini sudah jelas. Yakni, dirinya masih menunggu dinamika yang terjadi pada NU.’’Sebagai salah satu ketua PBNU, juga yang lahir dan besar di NU, tentu saja saya tak bisa meninggalkan NU,’’ paparnya.
Bila mengumumkan deklarasi cepat bersama Soekarwo sebagai wagub, maka itu sama saja dengan menantang NU. Karena NU Jatim tampaknya memastikan bahwa menjadi cagub adalah harga mati. ’’Saya tidak mau gegabah dan menanti terus perkembangan yang ada di NU,’’ tambahnya.
Dia juga menambahkan tidak mau menjadi beban pihak manapun. Jadi, kalau misalnya pihak Demokrat sudah tak sabar dan ingin meninggalkan dirinya, maka dirinya akan mempersilakan. PWNU Jatim sendiri memang terus menggeliat. Senin (26/11) lalu, Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftakhul Ahyar menyatakan akan mengeluarkan tauziyah terkait sikap NU dalam Pilgub Jatim 2013 mendatang.
Menurutnya, tauziyah ini mempertimbangkan pikiran sejumlah ulama khos dan 44 ketua cabang NU se-Jatim. Kyai kharismatis tersebut juga mengakui bahwa saat ini, sudah mengerucut dua nama yakni Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Ketua PBNU yang juga wagub Jatim Saifullah Yusuf. Tauziyah yang diluncurkan itu untuk menjadi panduan bagi umat di bawah supaya tidak pecah. Karena nantinya, hanya akan ada satu nama. Untuk itu, Miftakhul Ahyar meminta yang tidak dipilih harus legawa. (r-12/r-7)