Kasak-Kusuk Calon Ketua Dewan Surabaya

Tidak ada komentar 208 views

Surabaya, (DOC) – Sebagai partai pemenang Pileg 2014, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya berhak mendudukkan anggotanya menjadi ketua DPRD Surabaya. Kini, sejumlah nama mulai digodok secara internal oleh partai itu. Selanjutnya, nama-nama itu diajukan ke DPP untuk mendapatkan persetujuan sekaligus penugasan menduduki kursi ketua dewan.
Kini suasana menghangat mulai nampak di tubuh DPC PDI Perjuangan dan FPDI Perjuangan DPRD Surabaya terkait nama anggota legislatif yang dianggap layak untuk menduduki kursi ketua DPRD. Tersiar kabar bahwa ada kemungkinan DPP akan meninggalkan unsur KSB (ketua, sekretaris dan bendahara) karena akan menugaskan nama baru dengan pertimbangan kualitas kader demi nama baik dan masa depan partai.
Berikut adalah nama-nama Caleg PDIP 2014 yang lolos ke DPRD Surabaya dan berhak untuk memperebutkan posisi ketua DPRD Surabaya seperti HJ. Agustin Poliana, H.Tri Dadik Andiono, Anugrah Ariyadi, Baktiono, HJ. Khusnul Khotimah, Ashri Yuanita Haqie, Adi Sutarwijono, Erwin Cahyadi, Riswanto, Armudji, Dyah Katarina, Sukadar, Saifudin Zuhri, dan Siti Maryam.
Jika masih mengacu kepada unsur KSB maka nama yang masuk nominasi hanya ada dua orang yakni Armuji (Sekretaris) dan Baktiono (Bendahara), namun bisa juga mengarah kepada unsur lain yakni wakil ketua seperti Saifudin Zuhri (wakil ketua bidang kehormatan partai), Adi Sutarwijono (wakil ketua bidang politik dan hubungan antar lembaga) dan H Tri Didik Andiono (wakil ketua bidang pemuda dan olah raga).
Sebelumnya sempat beredar nama Dyah Katarina (istri Bambang DH mantan Wawalikota Surabaya) akan didudukkan sebagai ketua DPRD Surabaya untuk mengimbangi popularitas Tri Rismaharini yang diusung PDI Perjuangan, namun hal ini spontan dibantah oleh yang bersangkutan dan mengaku hanya ingin menjadi anggota biasa serta menyerahkan jabatan ketua kepada anggota legislatif yang lebih senior karena masih ingin banyak belajar.
Kabar terakhir, nama Adi Sutarwijono justru mulai mencuat kepermukaan dan diperkirakan akan mengisi posisi ketua DPRD Surabaya dengan pertimbangan karakter, pengabdian dan kualitas SDM yang dianggap paling mumpuni dalam organisasi partai PDIP di kota Surabaya.
Hal ini ditegaskan oleh Bambang DH mantan Walikota dan Wawalikota Surabaya yang mengatakan bahwa sosok Awi (panggilan akrab Adi Sutarwijono) yang sederhana dan tidak berambisi justru membuat kalangan pengurus DPD dan DPP bersimpati dan dianggap lebih pantas menduduki kursi ketua.
“Pengabdian dan kemampuannya sudah teruji, sosoknya yang biasa dan sederhana namun berkemampuan lebih adalah kader yang diinginkan oleh PDIP untuk bisa menduduki posisi ketua di dewan agar bisa menjaga nama baik dan masa depan partai,” ucap Bambang DH.
Disinggung soal AD/ART PDI Perjuangan yang mengatur bahwa kader yang berhak menduduki posisi ketua di legislatif adalah dari unsur KSB, Bambang mengatakan bahwa hal itu bisa saja diabaikan dan dilewati manakala DPP menghendaki nama di luar struktural partai untuk menduduki posisi ketua DPRD.
“Mematuhi perintah DPP itu sudah menjadi kewajiban seluruh kader partai di PDI Perjuangan, demikian juga jika menyangkut soal nama yang akan duduk sebagai ketua dewan, karena dalam setiap klausal di AD/ART partai masih ada keterangan lain yakni jika ada perbedaan penafsiran maka yang diikuti adalah DPP, intinya siapapun yang akan duduk menjadi ketua DPRD Surabaya tetap bergantung kepada keputusan DPP,” jawab Bambang.
Diakui Bambang DH bahwa sosok Awi yang berlatar belakang jusrnalist dinilai mampu memberikan angin segar sekaligus harapan yang baik bagi kebesaran partai di masa depan karena banyak ide-ide cemerlang yang telah dihasilkannya.
“Sudah lama saya berusaha untuk mendapatkan kader partai dari kalangan wartawan, namun hanya Awi yang bersedia, dan apa yang saya pikirkan ternyata benar adanya, bahwa kehadiran Awi mampu memberikan nuansa baru yang baik bagi kebesaran partai dengan ide-idenya yang saya anggap cemerlang, untuk itu secara pribadi saya akan mendorong dia agar bersedia menduduki kursi ketua dewan, karena kalau ditawari sudah bisa saya pastikan bahwa jawaban Awi pasti tidak ingin,” tambahnya.
Jika demikian, bisa saja diartikan bahwa meski kini duduk sebagai pengurus inti di DPC PDIP kota Surabaya, nama Armuji dan Baktiono tidak otomatis bisa menduduki kursi ketua DPRD kota Surabaya. (r4)