Kasihan, Bayi ini Mengidap Virus Langka

Tidak ada komentar 110 views

Surabaya, (DOC) -Seorang bayi berusia 8 bulan di Surabaya bernama Rayyanza Hamizan Meyfiddanca terserang virus langka yang dinamai virus Kawasaki. Bayi ini masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Siloam Surabaya, namun belum diketahui pasti penyebabnya.

dr. Agus Harianto SpA(K), Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Soetomo mengatakan virus ini jarang ditemukan. Selain anak-anak, orang dewasa ternyata bisa terjangkit virus ini.

“Hingga kini belum diketahui penyebab virus ini. Virus Kawasaki ini biasanya menyerang anak-anak usia di atas lima bulan. Namun, orang dewasa juga bisa terkena virus ini,” ujar alumnus kedokteran Universitas Airlangga ini, Rabu (31/1/2018).

Dia menjelaskan, gejala seseorang yang terserang virus Kawasaki ialah bayi atau orang itu sering kali demam yang berkepanjangan dengan suhu badan panas yang tidak stabil. Gejala mirip seperti gejala penyakit demam berdarah.

“Jika dokter tidak mengetahui penyakit ini, pasti akan mendiagnosa sebagai penyakit Demam Berdarah atau Campak. Namun, virus ini tidak menular,” ungkapnya.

Setelah gejala demam berkepanjangan, selanjutnya, tiba-tiba mata memerah, serta mulut dan bibir kering dan kemudian juga memerah. Meskipun tes darah, tes urine, dan foto thorax hasilnya semuanya normal.

“Jika terlambat dideteksi atau panasnya melebihi hari ke-7, dikhawatirkan virus Kawasaki ini bisa menyerang pembuluh darah dan jantung,” ujarnya.

Agus menambahkan, jika penderita yang sudah terserang, selain mata, bibir dan mulut memerah, telapak tangan, telapak kaki, dan bagian leher juga akan memerah.

Untuk menangkal virus itu, diperlukan obat yakni imunoglobulin yang diberikan dengan dosis dua gram per kilogram berat badan dan diberikan dalam 12 jam. Harganya obatnya cukup wah, yakni Rp9,5 juta per 50 mililiter. Selain itu, pasien diberikan obat aspilet sebagai pengencer darah untuk mencegah terjadinya serangan jantung.

Hanya Bisa dideteksi dengan Lab Klinis

Agus menjelaskan bahwa banyak dokter kesulitan mendeteksi penyakit ini. Menurutnya, gejala lainnya bisa juga seperti kejang bisa dikira meningitis.
Sehingga pemeriksaan penyakit kawasaki paling akurat bisa dilakukan oleh dokter spesialis Jantung.

Agus mengungkapkan, ada 3 stadium pada penyakit kawasaki ini. Yaitu pada stadium atau fase akut pada 10 hari pertama yang biasanya demam seperti demam berdarah. “Demam ini tidak merespons pengobatan antibiotika. Selain demam, akan muncul gejala-gejala lainnya yaitu mata merah namun tidak terdapat kotoran mata, bibir tampak memerah dan pecah-pecah, lidah tampak merah seperti tomat, disertai kemerahan merata pada rongga mulut,”paparnya.

Kemudian fase sub akut pada hari ke-11 hingga ke-25. Pada fase ini penyakit mulai menyerah pembuluh darah dan jantung. Arteri koroner menggelembung, terdapat cairan di rongga selaput jantung, gagal jantung bahkan sampai infark miokard. Bahkan jumlah trombosit darah bisa meningkat.

Meski tergolong cukup langka, namun menurut Agus, kasus Kawasaki bukan pertama kalinya ditemuinya di Surabaya. “kasus ini memang sulit dideteksi dokter yang memang belum pernah menanganinya. Tahun 2017 ada 2 pasien saya yang didiagnosa penyakit ini,” pungkasnya. (Nps)