Kasum TNI Sambut Kontingen Garuda XXXII-B/Minustah Haiti

Jakarta, (DOC) – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar selaku Inspektur Upacara menyambut kedatangan Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda XXXII-B/Minustah (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti) yang telah bertugas selama satu tahun di Haiti dalam suatu upacara militer di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (11/11/2013).
Kontingen Garuda XXXII-B/Minustah yang bertugas di Haiti ini berjumlah 167 personel TNI, terdiri dari 144 personel Angkatan Darat, 21 personel Angkatan Laut dan 2 personel Angkatan Udara dibawah pimpinan Dansatgas Letkol Czi Arief Novianto. Kontingen Garuda XXXII-B/Minustah telah bertugas di Gonaives-Haiti selama kurang lebih satu tahun sejak tanggal 22 Oktober 2012 sampai dengan tanggal 6 November 2013.
Keberhasilan Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XXXII-B/Minustah yang telah dilakukan diantaranya, membangun jembatan kendaraan di Port de Paix – Jean Rabel sepanjang 47 km; membangun 5 unit jembatan bagi pejalan kaki di Gonaives; dan memperbaiki jalan sepanjang 40 Km di Nord – Ouest Province, yang menghubungkan daerah Port de Paix – Jean Rabel, Haiti.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko yang dibacakan oleh Kasum TNI, dikatakan bahwa selaku pimpinan TNI dan atas nama seluruh prajurit TNI, mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air dan terima kasih, serta penghargaan atas pelaksanaan tugas yang telah para prajurit emban dengan baik.
Dedikasi yang telah para prajurit sekalian tunjukkan adalah wujud komitmen Indonesia terhadap misi perdamaian dan kesejahteraan dunia yang secara langsung dapat memperbesar kredibilitas Indonesia dan TNI di forum internasional, serta memperbesar kemampuan lobi dan posisi tawar Indonesia dalam percaturan politik dunia.
TNI ke depan akan terus berupaya menjadi penghubung bagi jaringan Peacekeeping Centers di kawasan, serta mendukung dan mendorong peningkatan peran non-militer atau Civilian White Helmet, dalam rangka pelaksanaan berbagai program Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk pembangunan dan rehabilitasi wilayah pasca konflik bersenjata. ”Porsi ini harus kita tangani secara baik, karena misi perdamaian dunia adalah salah satu dari tugas TNI, yang memiliki dimensi yang cukup strategis”. Ujar Panglima TNI.
Sebelum mengakhiri amanatnya Panglima TNI memberikan beberapa penekanan diantaranya : Pertama, pelaksanaan tugas perdamaian adalah aplikasi politik luar negeri Indonesia, sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang dalam rangka optimalisasi pencapaian kepentingan nasional. Kedua, penguatan kapasitas dan kapabilitas misi perdamaian TNI merupakan penguatan peran dan profil internasional TNI, sekaligus sebagai bagian penguatan Outward Looking dalam konteks pelaksanaan peran dan tugas TNI. (puspen/r4)