Kasus KJPL Bikin Resah Wartawan Surabaya

Tidak ada komentar 192 views

Surabaya (DOC) – Kasus dugaan permintaan uang sebesar Rp 500 juta kepada PT Greges Jaya untuk membeli bibit mangrove yang diduga dilakukan oknum Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL), membuat kalangan wartawan di Surabaya resah.

Dugaan tersebut mencuat saat Satpol PP akan melakukan pembongkaran gudang milik PT Greges Jaya. Sumber di internal PT Greges Jaya menyatakan, pihaknya menerima proposal pengajuan dana sebesar Rp 500 juta dari KJPL untuk pembelian bibit mangrove.

”Alasanya bibit mangrove itu sulit. Bahkan satu bibit dihargai Rp 250 ribu,” ujarnya.

Mendengar penuturan tersebut, beberapa wartawan yang sebelumnya berniat wawancara soal pembongkaran gudang PT Greges Jaya mengaku sangat malu.

Di sisi lain, Mantan Pengurus KJPL, Martuji mengaku kecewa dengan adanya kabar tersebut.

”Terus terang kami resah, terlebih dalam nota pendirian nama saya ada di dalamnya,” ujar dia.

Martuji mengatakan, terpaksa mundur dari kepengurusan KJPL karena praktik-praktik yang dilakukan tidak sesuai dengan profesionalisme jurnalis.

”Beberapa instansi pernah dikasih proposal, nilainya bisa ratusan juta. Terus terang saya risih, kami berharap wartawan Surabaya bergerak agar profesionalisme jurnalis terjaga,”ujar aktivis aksi unjukrasa tersebut.

Sementara Ketua KJPL, Teguh Ardi Srianto belum bisa dikonfirmasi. Hingga berita ini diturunkan, semua nomor ponsel Teguh tidak aktif ketika dihubungi.(r4/r7/r3)