KBS Tak Layak, 2 Satwa Mati Lagi

Tidak ada komentar 352 views

Surabaya,(DOC) – Predikat KBS sebagai kebun binatang kematian mungkin bisa disandang, sebab dalam dua hari di awal tahun 2014 ini, sudah dua satwa mati.

Yang pertama Genu Afrika, mati pada 6 Januari 2014 dan pada Selasa (7/1/2014) pagi, seekor singa ditemukan mati di kandangnya. Diduga, satwa yang sejak kemarin masih sehat, mati pada malam hari. Sebab kematian satwa itu baru diketahui karyawan pada pagi hari saat masuk kerja. Sementara, informasinya, malam hari, tiap kandang sudah dilarang ada penjaganya. Yang dijaga adalah pintu masuk dan keluar KBS saja.
Sampai saat ini masih belum diketahui penyebab kematian satwa koleksi tersebut. Karena sejak kemarin tak ada tanda-tanda singa itu sakit.

Humas KBS Agus Supangkat saat dikonfirmasi melalui, tak ada jawaban. Saat dihubungi pertama kali, hubungan telepon itu tersambung namun tak bisa diajak komunikasi. Pada sambungan telepon kedua, justru sambungannya diputus. Sementara Dirut PD Tawan Satwa Ratna Achjuningrum yang dihubungi melalui ponselnya, juga tak aktif.

Ditempat terpisah, Pemkot Surabaya menduga kematian Singa KBS, diduga karena dibunuh. Mengingat saat ditemukan, satwa dalam kondisi terjerat sling atau baja kaku. Selain itu, diujung sling terdapat simpul jerat yang biasa digunakan untuk menjerat atau membuat jebakan untuk satwa. Singa itu juga posisinya seperti mati tergantung atau posisi mirip berdiri.
Hal itu diakui Direktur Operasional dan Umum PDTS KBS dr Liang Kaspe. Menurut dia, ada dugaan satwa itu dibunuh. Karena itu petugas kepolisian turun tangan, menyelidiki kasus tersebut. “Singa yang mati itu ditemukan dalam kandang kecilnya. Biarkan pihak kepolisian mengusutnya, kita tak mau menduga-duga tentang siapa pelakukanya? Yang jelas, singa itu sebelumnya sangat sehat,” tegas Liang Kaspe.

Dia mengakui, ada beberapa hewan yang usianya sudah tua dan butuh perawatan khusus. Seperti unta, singa dan macan. Sementara untuk hewan yang sakit, Liang Kaspe juga mengaku memang ada, tapi tak banyak.

Ia menjelaskan, setiap satwa pasti ada keeper-nya. Semuanya sudah memiliki ikatan batin atau kedekatan. Namun saat ini, tidak semua satwa harus dijaga sepanjang hari. Hanya hewan yang butuh perawatan dan pengawasan saja yang dijaga keeper. Begitu juga dengan singa yang mati, saat malam, keeper akan memasukannya ke kandang kecil sebagai tempat bermukimnya di dalam kandang besar. Tentunya hewan itu harus diperiksa kondisinya, setelah itu baru dilaporkan ke sekuriti dan diserahkan kunci kandangnya.

“KBS memang butuh CCTV untuk memantau seluruh kawasan itu. Dengan begitu akan terekam kegiatan apa saja yang ada di KBS,” jelasnya.

Hal senada dibenarkan oleh Sekkota Surabaya Hendro Gunawan. Menurut dia, CCTV memang dibutuhkan dan bisa saja ditempatkan di KBS. Yang jelas, pemkot melalui PDTS KBS akan melakukan evaluasi dan menekankan pada kesejahteraan hewan. “Itu yang lebih utama, kalau CCTV perlu tapi nanti dulu lah,” tandas Hendro Gunawan.

Terkait pengusutan pihak kepolisian, Hendro minta diusut siapa pelaku pembunuhan satwa tersebut. “Kan tak mungkin ada satwa mati berdiri seperti dijerat. Biarkan petugas kepolisian melakukan pengusutan kasus itu. Kalau sudah diketahui pelakunya, biar langsung ditangkap,” tegas Hendro Gunawan kepada wartawan.(r4/r7)