Kebiasan Baru DPRD Surabaya, Banmus Dadakan

Tidak ada komentar 170 views

Surabaya, (DOC) – Kebiasaan terbaru DPRD Surabaya dan Pemkot Surabaya saat ini patut dipertanyakan. Setiap akan menggelar paripurna untuk mensyahkan suatu regulasi, pasti akan digelar rapat Banmus dadakan.
Padahal untuk menjadwalkan paripurna itu sudah melalui rapat Banmus. Hal ini yang patut dicurigai, karena ada dugaan upaya seperti itu untuk memasukan kebijakan siluman.
Salah satunya masalah anggaran siluman terkait tambahan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), dan masalah anggaran pengelolaan sampah TPA Benowo (tipping fee).
Hal ini pun sangat disesalkan beberapa pejabat Pemkot Surabaya yang sudah hadir di paripurna sesuai jadwalnya, Jumat (25/10/2013).
Mereka sudah datang lebih dulu ke paripurna, ternyata harus menunggu lantaran ada rapat Banmus dadakan.
“Kok begini ya, sudah dijadwalkan, tapi masih ada rapat Banmus lagi. Padahal untuk paripurna ini pun sudah dirapatkan dalam Banmus dan saat itulah apa yang akan disahkan di paripurna, sudah dibahas di Banmus,” ujar pejabat pemkot yang tak mau disebutkan identitasnya.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Akhmad Suyanto dikonfirmasi seputar hal itu, tak memberikan jawaban.
Kebiasaan ini sudah jadi wabah di lingkungan DPRD Surabaya. Hal itu bisa diketahui saat paripurna ada anggota DPRD Surabaya yang protes dengan masalah kebijakan yang ditelurkan mendadak. Saat itulah, dampak rapat Banmus dadakan menjelang paripurna bisa diketahui umum.
Rapat Banmus mendadak ini menjadi jurus jitu untuk merubah kebijakan yang dibahas DPRD Surabaya. Saat di komisi, Banggar dan lainnya, sudah disepakati terkait kebijakan yang ditelurkan. Namun untuk merubahnnya, dapat dilakukan dengan Banmus dadakan. (co/r4)